Di Balik Nyala Listrik: Perjuangan Sunyi Para Penjaga Terang di Jawa Timur

0
19
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Malang – Tatkala malam menyelimuti desa-desa dan kota-kota di Jawa Timur, dan lampu-lampu menyala satu per satu di rumah-rumah, jarang ada yang bertanya siapa yang memastikan terang itu tetap hadir? Di balik gemerlapnya listrik yang menyala tanpa jeda, berdirilah sosok-sosok tangguh yang sering tak dikenal namanya, namun memikul tanggung jawab besar petugas pelayanan teknik (Yantek) PLN.

 

Untuk mereka, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menggelar sebuah pelatihan istimewa bukan sekadar soal teknis, tetapi tentang jiwa, disiplin, dan semangat kebangsaan. Selama tiga hari penuh di kawasan latihan Rindam V/Brawijaya, Lawang, Kabupaten Malang, lebih dari 200 petugas dari penjuru Jawa Timur menyatu dalam sebuah diklat yang menguji bukan hanya otot, tapi juga nurani.

 

“Teman-teman Yantek adalah wajah PLN di lapangan,” ujar Ahmad Mustaqir, General Manager PLN UID Jawa Timur, dengan nada penuh kebanggaan. “Di pundak kalian, harapan 14,3 juta pelanggan dan lebih dari 40 juta warga Jawa Timur dititipkan,” imbuhnya, Kamis (17/7/2025).

 

Di tengah kabut pagi Lawang, para petugas ini menerima penyematan seragam lapangan berwarna hijau. Warnanya mencolok, seolah menyimbolkan harapan dan kehidupan. Tapi lebih dari itu, seragam ini menjadi saksi bisu dari tekad yang mereka tanamkan bahwa di setiap tiang listrik yang mereka panjat, ada amanah yang mereka emban.

 

Pelatihan ini bukan hanya tentang belajar mengatasi korsleting atau menangani gangguan jaringan. Di balik barisan tegap dan peluh yang membasahi wajah, mereka dibekali nilai-nilai kebangsaan, keteguhan karakter, dan loyalitas hal-hal yang kerap terlupakan di tengah modernisasi yang bergerak cepat.

 

Letkol Ahmad Amin S.H. dari Rindam V/Brawijaya, dengan suara tegas namun menyentuh, mengingatkan bahwa zaman kini bukan hanya menantang dari segi teknologi, tapi juga dari lunturnya nilai-nilai luhur. “Diklat ini adalah benteng agar para petugas tetap berdiri tegak, dengan integritas dan semangat merah-putih yang tak lekang oleh waktu,” ucapnya.

 

Mereka yang sehari-hari bergelut dengan panasnya matahari dan derasnya hujan, seringkali tak sempat menyeka peluh demi menjaga agar listrik tetap menyala. Pelatihan ini menjadi ruang perenungan bahwa tugas mereka bukan hanya memperbaiki kabel, tapi menjaga harapan sebuah negeri.

 

PLN UID Jawa Timur tidak berhenti di sini. Komitmen mereka adalah membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cakap, tapi juga punya hati. Sebab di dunia yang makin terotomatisasi ini, masih ada satu hal yang tak bisa digantikan oleh mesin ketulusan dan pengabdian.

 

Dan malam ini, ketika kita menyalakan lampu di kamar atau menyeduh kopi dengan air hangat dari dispenser, mari sejenak mengingat mereka para penjaga terang, yang telah memilih jalan sunyi demi memastikan kita tak pernah hidup dalam gelap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini