Lsatu.net, Gresik – Tanaman hias atau bonsai terpajang rapi di depan kantor Bupati Gresik sebanyak 1001. Untuk bonsai ini diikuti dari berbagai Provinsi di Indonesia dengan berbagai kelas. Untuk kelas bintang 12, kelas utama 23, kelas madya 64, pratama 274 dan prospek 628.
Plt Bupati Gresik, Dr. Asluchul Alif menjelaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pertanian bekerjasama dengan perkumpulan penggemar bonsai Indonesia (PPBI). Menggelar pameran dan kontes bonsai tingkat nasional.
Nah untuk pameran bonsai kali ini baru ada kelas bintang di gelar di Kabupaten Gresik. “Kami sangat support pameran bonsai ini karena seni bikin bonsai biar tambah luas dan nilai ekonomi bonsai meningkatkan di Kabupaten Gresik,”kata Dr. Alif, Jumat,(9/5).
Menurutnya, untuk target pameran bonsai ini teman-teman petani bonsai membuat bonsai bertambah banyak dan bernilai tinggi sehingga bisa menurunkan pengangguran di Kabupaten Gresik.
“Tadi saya memilih bonsai karena unik. Nah uniknya karenanya seninya dan bukan hanya bonsainya sendiri tapi tempat bonsainya. Karena bonsainya tempatnya ini ditempatkan di sesuatu yang kita seperti melihat pohon diatas angin dan tidak di tanam tanah dan seperti terbang meski bonsainya masih muda,”ujarnya.
Sedangkan untuk potensi bonsai di Kabupaten Gresik yakni Panceng, Dukun, Balongpanggang, Kedamean, dan Wringinanom.
Sementara itu, Ketua Pusat Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Alex Tangkulung, mengatakan bahwa PPBI ini ada 220 cabang tersebar di seluruh Kabupaten di Indonesia.
Dan setiap cabang mempunyai kesempatan untuk menggelar pameran bonsai nasional. Nah baru kali ini kelas bintang di gelar di Kabupaten Gresik. Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik yang selalu mendukung kegiatan bonsai disini.
“Karena saya pernah bikin pameran bintang di Tangerang itu, saat ada event seperti ini ekonomi yang berputar bisa Rp 5 miliar mulai penjualan bonsai, umkm, termasuk transaksi barang-barang bonsai,”ujarnya.
Selanjutnya, untuk harga tidak bisa di tapok karena relatif saat ini menilai tergantung pemiliknya. “Kalau harga tergantung pemilik bisa Rp 1 miliar lebih pemenangnya,”pungkasnya.



