Lsatu.net, Surabaya – Plt Direktur Pelayanan Medik dan Non Medik, RS Kemenkes Surabaya, Adhy Nugroho mengajak warga Jatim untuk memulai hidup sehat dan mengenali gejala stroke dengan SeGeRa Ke RS.
“Se yang dimaksud adalah senyum tidak simetris, berarti seseorang saat tersenyum hanya mengarah pada satu sisi. Gejala senyum tidak simetris membuat seseorang cenderung sering tersedak dan kesulitan untuk minum,” ujarnya di RS Kemenkes Surabaya, Selasa (29/10/2024).
Adhy mengungkapkan, berikutnya adalah Ge atau gerak tubuh melemah secara mendadak menjadi pertanda datangnya penyakit stroke. “Orang yang tubuhnya mendadak melemah biasanya cenderung lemas dan susah untuk bergerak,” ucapnya.
Kemudian, kata Adhy, Ra atau bicara, yaitu bicara pelo/ tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung.
“Penderita stroke biasanya mendadak kesulitan berbicara ataupun kata yang diucapkan tidak jelas, orang-orang menyebut gejala ini sebagai pelo,” ujarnya.
Selanjutnya, kata Adhy adalah Ke yaitu Kebas pada tubuh juga menjadi salah satu gejala stroke yang umum dialami oleh penderitanya.
“Tidak hanya kebas, penderita stroke akan mengalami gejala seperti separuh tubuh terasa kesemutan sehingga sulit untuk dikendalikan hingga digerakkan,” ucapnya.
Adhy mengatakan, berikutnya adalah R yaitu Rabun pada mata yang terjadi secara tiba-tiba bisa juga menjadi pertanda datangnya penyakit stroke.
“Gejala ini perlu diperiksakan lebih lanjut untuk memastikan apakah rabun biasa atau pertanda timbulnya penyakit stroke,” ujarnya.
Dan yang terakhir, lanjut Adhy, adalah S yaitu Sakit kepala hebat yang belum pernah dirasakan sebelumnya turut menjadi tanda timbulnya penyakit stroke.
“Rasa pusing sebagai gejala stroke disertai dengan Tremor hingga sempoyongan. Gejala ini dipicu oleh gangguan keseimbangan pada tubuh sehingga terasa berputar dan gerakan sulit dikoordinasi,” ucapnya.
Selain itu, Adhy juga menjelaskan, bila beberapa gejala stroke tersebut terjadi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. “Hal ini bertujuan untuk mendapatkan penanganan sehingga dampak yang ditimbulkan tidak fatal,” ujarnya.
Semakin cepat penderita stroke dibawa ke rumah sakit, maka dapat membantu mengurangi resiko kematian dan kecacatan permanen. “Pertolongan pada penderita stroke atau periode emas penyakit tersebut sekitar 4,5 jam,” ucap Adhy.
Oleh sebab itu, Adhy menegaskan jika seseorang sudah mengalami beberapa gejala yang diyakini sebagai pertanda penyakit stroke harus segera mendapat penanganan.
“Penanganan yang cepat membuat proses penyembuhan lebih cepat dan potensi kesembuhan cukup tinggi,” ujarnya.



