Lsatu.net, Surabaya – Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin mengungkapkan, pihaknya telah merangkum sejumlah data penanganan dalam rangka pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2024 – 2025.
“Kami akan mengamankan sebanyak 2.353 objek pengamanan. Diantaranya ada gereja sebanyak 1.199 dan sejumlah obyek wisata yang biasa dikunjungi masyarakat baik lokal maupun mancanegara,” ujarnya di Mapolda Jatim, Rabu (11/12/2024).
“Termasuk juga yang akan kita amankan, daya tarik wisata yang ternyata angkanya berdasarkan catatan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur sebanyak 1.391 terdiri dari daya tarik wisata yang alam, buatan dan budaya, termasuk juga akan kita amankan sebanyak 59 terminal, 7 bandara, pelabuhan, stasiun dan yang lain sebagainya,” imbuh Komarudin.
Dalam operasi lilin ini, nantinya akan ada 150 Pos pengamanan dan 44 Pos pelayanan yang di siapkan, tentunya ini juga akan dilihat efektivitas nanti pelaksanaan di lapangan, sekiranya dibutuhkan penambahan, nantinya akan ditambahkan.
Hal ini berdasarkan dari pertumbuhan kendaraan. Ini juga termasuk yang diantisipasi, dimana Jawa Timur sampai dengan November kemarin untuk pertumbuhan kendaraan sudah tembus diangka 770 ribu kendaraan di tahun 2024 ini, artinya bahwa potensi pergerakan serta titik-titik kemacetan atau kepadatan ini sudah menjadi hal yang pasti.
“Oleh karena itu, kita betul-betul mempersiapkan dengan melibatkan seluruh instansi yang tentunya nanti akan terlibat dalam pelaksanaan operasi,” ucap Komarudin.
Komarudin juga menyampaikan, daerah rawan bencana juga menjadi atensi dalam operasi lilin Semeru 2024-2025 ini.
“Diharapkan akan mampu menjadi petunjuk kepada masyarakat yang akan datang dan keluar dari Jawa Timur, sehingga dalam perjalanannya baik untuk mudik ataupun perayaan natal, nanti bisa lebih lancar,” ujarnya.
“Mengingat dari data BMKG kemarin, bahwa prediksi diwaktu selama pelaksanaan operasi, Jawa Timur dalam kondisi cuaca yang hujan lebat, sedang sampai lebat,” tambah Komarudin.
Untuk daerah yang menjadi atensi dalam operasi ini meliputi daerah rawan macet, obyek vital, baik tempat wisata maupun terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan.
“Ada satu Jalur toll yang akan di fungsional kan. Mudah-mudahan besok itu sudah bisa di gunakan, di toll Gending Kraksaan, Probolinggo,” ujarnya.
“Mudah-mudahan ini juga bisa membantu kelancaran masyarakat dan juga mengurangi volume atau kepadatan pada titik-titik sepanjang jalur yang mengarah ke Banyuwangi dan Bali,” lanjut Komarudin.
Personel gabungan akan diterjunkan dalam operasi ini, namun dari Ditlantas Polda Jatim ada 200 personel, dan akan ditambah dengan personel dari kewilayahan dan Instansi terkait yang nantinya akan bergabung dalam pos pelayanan.
Selain itu, lanjut Komarudin, pihaknya juga melaksanakan kegiatan rapat koordinasi lintas sektoral, dengan menghadirkan instansi terkait, dalam rangka persiapan menjelang operasi lilin yang dalam waktu dekat akan berlangsung di seluruh wilayah Indonesia termasuk Jawa Timur.
“Dari rapat Koordinasi tersebut, kita menemukan berbagai data fakta yang harus kita tindak lanjuti, tentunya dalam mengantisipasi berbagai hal yang selama ini menjadi momok atau potensi kerawanan atau hambatan dalam pelaksanaan libur cuti natal dan tahun baru atau cuti bersama di penghujung tahun,” ujarnya.
Berdasarkan survei dari kementerian perhubungan, diprediksi akan ada peningkatan pergerakan sampai dengan 2,82% dari tahun yang lalu, dimana potensi pergerakan itu yang diprediksi di tahun 2024 ke 2025 ini sebesar 39,30% pergerakan, sama dengan 110,67 juta pergerakan.
Sementara itu, pergerakan antar Provinsi diprediksi mencapai 19,84% atau 55,86 juta dan dalam Provinsi 19,46% atau 54,81 juta.
“Kembali, Jawa Timur akan menjadi daerah asal tertinggi dan daerah tujuan tertinggi. Dari sini bisa dilihat bahwa potensi pergerakan dari Jawa Timur keluar daerah dan dari daerah ke Jawa Timur, ini menjadi yang paling tinggi secara nasional,” ucap Komarudin.
“Oleh karenanya, tentu kita sudah dapat memprediksi membayangkan apa yang perlu kita antisipasi,” pungkas Komarudin.



