Wamenkes Apresiasi Kolaborasi Dengan  Sampoerna, Ribuan Karyawan Cek Kesehatan Gratis

0
25
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan, dan sektor swasta dalam pelaksanaan program cek kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya kalangan pekerja.

Hal itu disampaikan Wamenkes saat meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi massal bagi karyawan PT HM Sampoerna di Surabaya, Jumat (19/12/2025).

Program tersebut merupakan bagian dari agenda nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kesehatan.

“Cek kesehatan gratis ini adalah program negara. Tujuannya agar masyarakat sadar bahwa pemeriksaan kesehatan itu penting, meskipun merasa sehat,” ujar dr. Benyamin.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5.000 karyawan Sampoerna menjalani pemeriksaan kesehatan dalam satu hari. Secara keseluruhan, perusahaan rokok tersebut menargetkan pemeriksaan bagi seluruh 90 ribu karyawannya.

Menurut Wamenkes, kolaborasi Sampoerna dengan Puskesmas setempat patut diapresiasi karena data pemeriksaan langsung terintegrasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

“Banyak penyakit seperti hipertensi dan diabetes tidak menimbulkan keluhan di awal. Tadi ada yang tensinya sampai 170/100 bahkan 180/110, padahal terlihat sehat. Kalau sudah parah, kerusakannya tidak bisa kembali,” jelasnya.

Ia menegaskan, deteksi dini menjadi kunci agar penyakit tidak berkembang menjadi komplikasi serius. Wamenkes juga mengapresiasi layanan kesehatan internal Sampoerna yang dinilai telah berjalan baik, terlihat dari banyaknya karyawan yang mampu bekerja hingga puluhan tahun.

Screening TB dan Vaksinasi Massal

Selain pemeriksaan kesehatan umum, kegiatan tersebut juga mencakup skrining tuberkulosis (TB) dan vaksinasi influenza. Wamenkes menyebut, TB menjadi salah satu prioritas nasional karena Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus TB terbanyak.

“TB adalah quick win dari delapan program hasil terbaik cepat pemerintah. Saya ditunjuk langsung oleh Presiden dan Menteri Kesehatan sebagai pelaksana tugas pemberantasan TB, karena saya juga dokter spesialis paru,” ungkapnya.

Ia menilai perusahaan besar seperti Sampoerna sangat strategis dalam upaya penanggulangan TB. Dalam waktu singkat, ribuan orang dapat diperiksa sehingga potensi penularan dapat ditekan lebih cepat.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya di Sampoerna, tapi akan kami dorong ke berbagai perusahaan lain. Karyawannya sehat, umur panjang, dan produktivitas terjaga,” katanya.

Terkait vaksinasi, dr. Benyamin menjelaskan bahwa influenza kerap meningkat pada masa pergantian musim, terutama pada Oktober–Desember serta April–Juni. Oleh karena itu, vaksinasi dinilai penting untuk menekan risiko sakit berat.

“Vaksin influenza yang diberikan mengandung empat strain virus. Kalau pun terinfeksi, gejalanya akan jauh lebih ringan karena sudah ada daya tahan tubuh,” jelasnya.

Perkuat Alat Rontgen di Puskesmas

Dalam upaya pemberantasan TB, Kemenkes juga berencana memperkuat fasilitas Puskesmas dengan alat rontgen, khususnya di Puskesmas rawat inap. Alat rontgen portable nantinya dapat digunakan untuk skrining TB sekaligus mendeteksi gangguan jantung dan paru.

“Dengan satu kali foto rontgen, kita bisa tahu kondisi paru dan jantung. Kalau ada TB diobati, kalau jantungnya bengkak juga bisa langsung ditangani,” kata Wamenkes.

Target 150 Juta Orang Diperiksa

Wamenkes berharap kerja sama lintas sektor terus diperluas guna mendukung program cek kesehatan gratis. Hingga saat ini, sekitar 70 juta masyarakat telah menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk 17 juta pelajar melalui program UKS.

“Tahun depan targetnya 150 juta orang Indonesia diperiksa, terutama usia produktif 20 sampai 40 tahun. Jangan sampai usia produktif malah sakit,” tegasnya.

Sampoerna Targetkan 16 Ribu Karyawan

Sementara itu, Direktur Urusan Eksternal PT HM Sampoerna, Elvira Lianita, mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan.

“Kesehatan karyawan sangat menunjang kualitas hidup dan kesejahteraan mereka, yang pada akhirnya juga berdampak positif bagi perusahaan,” ujarnya.

Elvira menyebut, program pemeriksaan dan vaksinasi ini ditargetkan menjangkau 16 ribu karyawan hingga Januari 2026. Selain Surabaya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Malang, Probolinggo, Tegal, dan Blitar.

“Hari ini di fasilitas Rungkut 2 saja sudah 5.000 orang. Target 16.000 akan kami selesaikan sampai Januari,” pungkasnya. (DK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini