Aksi Bully Terjadi di Akhir Debat Pamungkas Pilkada Batu 2024

0
12
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Kota Batu – Video viral di media sosial yang memperlihatkan calon Wakil Walikota nomor urut 1 Heli Suyanto memaksa melepas jaket pendukung beratribut paslon nomor urut 2 Firhando Gumelar di akhir debat pamungkas Pilkada Batu 2024, pada Rabu 21 November kemarin.

Jaket itu dikenakan oleh relawan Jeremy Nata. Tak hanya memaksa melepas jaket, Heli dan pendukungnya melakukan perundungan tepat di muka Jeremy.

Ketua GRIB Jaya Jawa Timur, Achmad Miftahul Ulum, menyesalkan tindakan bullying dalam video tersebut.

“Tindakan perundungan tersebut tidak sepatutnya dilakukan, karena bisa memecah belah masyarakat Kota Batu di tengah sejuknya suasana politik di Kota Apel ini. Apalagi dilakukan oleh paslon yang sedang berkontestasi,” ujarnya, Minggu (24/11/2024).

“Pada intinya, GRIB JAYA tidak ingin Kota Batu terpecah belah, dicap menjadi kota pembully, dan kota yang tidak menghargai perbedaan,” imbub Ulum.

Ia mengatakan, pemimpin Kota Batu haruslah figur yang memberi contoh, merangkul, mengayomi sesama, tidak menjadi pembuli, dan tidak membeda-bedakan berdasarkan RAS, agama dan golongan.

“Kalau ada pembelaan bahwa tindakan itu merupakan candaan semata, rasanya kok berlebihan. Karena sangat terlihat kasar saat melepas jaket relawan paslon lain,” ucapnya.

Apalagi masih dalam video yang sama, kata Ulum, ada dorongan keras oleh orang yang sama terhadap relawan yang sama pula saat ingin turun tangga. Meski tak sampai terjatuh, aksi ini dinilai Ulum sangat kasar dan tidak layak.

“Saya tidak tahu apa yang mendasari calon Wakil Walikota ini membully relawan tersebut. Dan saya tidak mau tahu apa yang melatarbelakangi. Bagi saya, aksi ini tidak selayaknya dilakukan oleh calon pemimpin Kota Batu,” ujarnya.

Ia berharap, tindakan-tindakan kasar dan bullying semacam ini tidak terjadi lagi karena itu akan menjadi contoh yang kurang baik bagi masyarakat.

“Tolong saling menghargai dan menahan diri untuk tidak ada aksi-aksi provokatif. Berpolitik santun tanpa mencederai nilai-nilai kebaikan yang sangat dijunjung tinggi masyarakat Kota Batu. Mari kita jadikan Kota Batu maju dan berkelas dengan politik yang baik dan sejuk,” ucapnya.

Apalagi menurut Ulum, Presiden RI Prabowo Subianto terus mencontohkan keakraban dan mengayomi sesama, meskipun lawan politiknya.

Saat pilpres lalu misal, Prabowo bahkan meminta maaf kepada Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo jika ada tindakan yang kurang berkenan.

Di panggung debat, Prabowo juga tidak pernah menghina atau merendahkan orang yang bersebrangan dengan dirinya.

“Pak Prabowo selalu mencontohkan persatuan dan selalu mengayomi. Beliau juga komitmen menjadi presiden untuk orang yang tidak memilihnya maupun orang yang tidak percaya padanya,” ujarnya.

“Tindakan perundungan di daerah tidak boleh terjadi. Kami kurang setuju jika pemimpin Kota Batu adalah orang yang kasar, emosian, dan mudah melakukan bullying,” pungkas Ulum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terkait kejadian tersebut dari pihak paslon wali dan wakil wali kota Batu, nomor urut 01.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini