Megawati Turun Gunung ke Surabaya, Elektabilitas Risma Masih di Bawah Khofifah 

0
8
Foto: Megawati turun gunung ke Surabaya (istimewa)
Lsatu.net, Surabaya – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri rela turun gunung ke Surabaya, salah satunya demi untuk mendongkrak elektabilitas paslon gubernur dan wakil gubernur Jatim, nomor urut tiga, Tri Rismaharini – Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans).
Namum sayangnya, berdasarkan hasil survei terbaru dari LSI Denny JA, dua minggu jelang coblosan, elektabilitas Risma belum bisa mengalahkan paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengatakan, Said Abdullah mengungkapkan, pesan Megawati dalam rapat koordinasi dan penguatan internal di Surabaya ini yakni untuk menekankan pentingnya menjaga ketentraman dan stabilitas di Jatim.
“Poin utama yang menjadi arahan dari Ibu Ketua Umum kepada kita semua. Di Jawa Timur ini kita harus mampu menunjukkan wajah partai sebagai pengayom dua identitas besar, yakni religiusitas dan nasionalisme,” ujarnya di salah satu hotel di Surabaya, Selasa (12/11/2024).
“Identitas ini sangat kuat di Jawa Timur dan menjadi modal kita untuk menjaga keharmonisan masyarakat,” imbuh Said.
Said mengatakan, arahan dari Megawati bukan sekadar pesan biasa, melainkan amanah penting yang harus dipahami dan diwujudkan oleh seluruh kader partai.
Oleh karena itu, Said menegaskan bahwa Megawati menginginkan agar Jawa Timur terus menjadi contoh daerah yang penuh keteduhan, ketenangan dan keamanan demi kepentingan bersama, terutama menjelang Pilkada yang seringkali diwarnai dinamika politik.
“Kader PDI Perjuangan diharapkan dapat menjadi penjaga stabilitas, bukan malah memicu kericuhan. Semua ini demi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan bahwa kemenangan Tri Rismaharini – Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) pasangan calon gubernur dan wakil gubernur adalah prioritas utama.
Menurutnya, kemenangan Risma-Gus Hans bukan hanya penting untuk partai, tetapi juga sebagai perwujudan harapan rakyat Jawa Timur untuk memiliki pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata.
“Ibu Ketum sudah dengan tegas mengatakan bahwa kemenangan Risma-Gus Hans wajib diperjuangkan. Ini adalah mandat besar yang harus kita jaga dan wujudkan, termasuk memenangkan calon-calon kepala daerah lainnya di tingkat kabupaten dan kota,” ujarnya.
Foto: Paslon gubernur dan wakilnya, Khofifah-Emil dapat nomor urut dua (istimewa).
Terpisah, LSI Denny JA merilis hasil survei terbaru Pilgub Jatim 2024 persis 2 Minggu jelang coblosan. Hasilnya, paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak unggul telak atas paslon lain.
“Khofifah-Emil semakin kokoh unggul atas paslon lain,” kata Peneliti LSI Denny JA, Fadhli Fakri Fauzan dalam keterangannya, Selasa (12/11/2024).
Fadhli membeberkan survei menggunakan simulasi kertas suara, elektabilitas paslon nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (LUMAN) di angka 2,1%. Kemudian paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di angka 67,0%.
Sementara paslon nomor urut 3, Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) di angka 19,1%. Suara yang tidak sah sebesar 0,6% dan belum memutuskan/merahasiakan pilihannya sebesar 11,2%.
Fadhli membeberkan sejumlah faktor yang membuat Khofifah-Emil unggul jauh atas paslon lain. Salah satunya terkait tingginya kepuasan warga Jatim kepada Khofifah-Emil.
“Kepuasan masyarakat terhadap kinerja Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai incumbent sangat tinggi. Kuatnya elektabilitas pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak ini tidak terlepas dari tingkat kepuasan terhadap kinerja incumbent yang sangat tinggi,” jelasnya.
“Kepuasan terhadap Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur incumbent di angka 86,6 persen dan kepuasan terhadap Emil Elestianto Dardak sebagai Wakil Gubernur incumbent di angka 75,1 persen,” tambahnya.
Lebih lanjut Fadhli menyebut secara personal popularitas Khofifah tertinggi dibanding calon-calon yang lainnya yaitu di angka 97,5% dengan tingkat kesukaan di angka 94,2%. Posisi Emil sebagai Cawagub Jatim di angka popularitas 67,4% dan kesukaan 91,7%.
Kemudian popularitas Tri Rismaharini di angka 71,7%, popularitas Luluk Nur Hamidah baru di angka 21,2%. Popularitas calon wakil gubernur lainnya masih berada di posisi yang rendah. Zahrul Azhar Asumta di angka 20,9% dan Lukmanul Khakim di angaka 15,3%.
“Tingkat kepuasan yang tinggi terhadap incumbent berdampak terhadap tingkat menginginkan kembali pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak untuk kembali menjadi Gubernur-Wakil Gubernur di periode mendatang. Sebanyak 70,6% dari pemilih di Provinsi Jawa Timur menginginkan incumbent untuk kembali memimpin,” beber Fadhli.
Fadhli membeberkan posisi Khofifah sebagai Ketua PP Muslimat NU ikut mendulang suara basis Nahdliyin sebagai organisasi keagamaan terbesar di Jawa Timur.
“Pemilih dari basis nahdliyin terkonfirmasi mayoritas sudah menentukan pilihan ke pasangan calon Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak,” jelasnya.
Fadhli menambahkan pemilih partai politik pengusung Khofifah-Emil sangat solid. Ditambah, pemilih dari PDI Perjuangan dan PKB yang mayoritas justru memilih Khofifah-Emil dibanding paslon yang diusung kedua partai tersebut.
Di mana sebanyak 74,1% pemilih PKB justru memilih Khofifah-Emil. Pemilih PKB yang memilih LUMAN hanya 2%, dan yang memilih Risma-Gus Hans sebanyak 12,7%. Sedangkan 46,7% pemilih PDIP memilih Khofifah-Emil, kemudian 41,2% pemilih PDIP memilih Risma-Gus Hans, dan 2,4% ke LUMAN.
“Bahkan pemilih Partai PKB dan PDIP sebagai partai pengusung 2 paslon lainnya mayoritas pilihan paslonnya ke Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Data ini memperlihatkan bahwa banyak masyarakat yang pilihan partainya tidak selaras dengan dukungan partai ke pasangan calon gubernur dan wakil gubernurnya,” ujarnya.
“Pasangan calon Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dipersepsi oleh masyarakat lebih berpengalaman, berkepribadian baik, dan paling dekat dengan masyarakat dibanding pasangan calon lainnya,” tandasnya.
Survei LSI Denny JA dilakukan pada tanggal 27 Oktober-3 November 2024 dengan menggunakan metodologi multi stage random sampling melalui wawancara tatap muka kepada 1.000 responden dengan margin of error kurang lebih 3,1%.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini