PLN Hadir untuk Rakyat: Menyalakan Harapan, Mengalirkan Kebahagiaan untuk Yatim dan Dhuafa

0
14
Foto: (istimewa)
Lsatu.net, Surabaya – Di tengah denyut modernitas dan derasnya arus kehidupan, secercah cahaya kebaikan mengalir lembut dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur. Dengan semangat yang tak hanya menyalakan listrik, namun juga menyalakan harapan, PLN menjelma menjadi sahabat setia bagi mereka yang kerap terpinggirkan oleh gemuruh zaman anak-anak yatim dan dhuafa.

Bulan Juli 2025 menjadi saksi ketika pelita kasih itu menyapa Bojonegoro, Surabaya, Ponorogo, hingga Kediri. Di sudut-sudut itu, wajah-wajah polos yang mungkin jarang tersentuh dunia, kini tersenyum bahagia. PLN hadir, bukan hanya dengan kabel dan daya, tapi dengan cinta dan kepedulian yang nyata.

Bojonegoro: Hadiah untuk Para Penjaga Cahaya

Di Bojonegoro, sebanyak 60 beasiswa disalurkan kepada anak-anak Tenaga Alih Daya (TAD) mereka yang selama ini menjadi tulang punggung keandalan listrik di negeri ini. Bantuan berupa dana pendidikan dan perlengkapan sekolah itu seolah menjadi pelukan hangat bagi keluarga-keluarga sederhana, dari bangku SD hingga SMA. Sebuah pesan terselip di dalamnya: bahwa masa depan anak bangsa adalah tanggung jawab bersama.

Surabaya: Hafalan yang Menembus Langit

Sementara itu, di jantung kota Surabaya, gema ayat suci Al-Qur’an menggema khidmat dalam Wisuda Akbar VII Hafidz Al-Qur’an yang digelar PLN UP2D Jawa Timur bersama Yayasan Mahmuda. Sebanyak 40 santri termasuk empat anak luar biasa berusia 9 hingga 13 tahun diwisuda setelah berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an.

Dalam senyapnya acara, tampak mata-mata haru memandang bocah-bocah itu. YBM PLN pun mengulurkan tangan penghargaan, memberikan apresiasi berupa uang tunai. Bukan sekadar hadiah, tapi sebagai pengakuan pada ketekunan, pada jiwa Qur’ani yang tumbuh di usia belia.

Ponorogo: Liburan yang Penuh Makna

Di Ponorogo, liburan sekolah menjadi momen yang istimewa. Melalui program Back to School, anak-anak dhuafa dan putra-putri pegawai PLN diajak memilih sendiri alat tulis yang mereka butuhkan. Bukan hanya tentang membeli, tetapi tentang memberi kesempatan untuk merasakan keceriaan yang sering kali mereka lewatkan. Srikandi PLN hadir sebagai kakak, sebagai pelindung, menemani mereka dalam keceriaan yang membekas.

Tak hanya itu, program Muharram Fun Tahfidz membawa nuansa islami ke tengah libur sekolah. Anak-anak belajar membaca Al-Qur’an, murojaah, mengikuti kuis Islami, hingga menikmati permainan edukatif yang sarat nilai. Dalam tawa mereka, ada semangat baru yang tumbuh: menjadi generasi yang tak hanya cerdas, tapi juga berakhlak mulia.

Kediri: Cerita Bahagia di Hari Libur

Di Kediri, PLN UP3 menciptakan hari libur yang tak terlupakan. Dalam balutan kegiatan “Liburan Ceria Yatim Dhuafa”, sebanyak 178 anak merasakan hari yang penuh warna. Ada belanja bersama, dongeng Islami, hingga pertunjukan pantomim yang membuat tawa lepas terdengar sepanjang acara. Barangkali sederhana bagi sebagian orang, namun bagi anak-anak itu, kebahagiaan hari itu bisa menjadi kenangan seumur hidup.

Menyalakan Harapan, Bukan Hanya Listrik

Ahmad Mustaqir, General Manager PLN UID Jawa Timur, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan PLN adalah bagian dari tanggung jawab moral dan sosial.

“PLN tidak hanya hadir untuk menyalurkan listrik, tetapi juga untuk menyalakan harapan,” ucapnya dengan mata yang tampak berkaca.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga energi kebaikan ini terus mengalir dan membawa keberkahan bagi kita semua.”

Melalui setiap senyuman anak yatim, setiap pelukan anak dhuafa, PLN menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar penyedia daya. Mereka adalah cahaya di tengah gelap, tangan yang menggenggam, dan pelita yang menuntun jalan.

Karena sesungguhnya, listrik bisa menyalakan rumah, tapi cinta itulah yang menyalakan jiwa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini