Polda Jatim Libatkan Ahli ITS Fokus Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo 

0
4
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Sidoarjo – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto melihat langsung lokasi runtuhnya bangunan musala pondok pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

“Saya pastikan dulu untuk penyelamatan korban dulu ya. Itu kita fokus itu dulu. Karena masih ada beberapa korban yang masih perlu dievakuasi,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Menurut Nanang, tim SAR gabungan bersama aparat TNI-Polri terus berupaya mengevakuasi korban yang masih tertimpa reruntuhan. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi bangunan yang labil membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati dengan pendampingan ahli konstruksi.

“Jangan sampai nanti membahayakan petugas yang mau melakukan evakuasi. Jadi sekarang fokusnya adalah penyelamatan korban dulu. Itu yang paling penting,” ucapnya.

Kapolda menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan jumlah pasti korban yang masih terjebak. Data korban masih terus didalami di posko utama, dengan mencocokkan jumlah santri yang berada di dalam pondok dan mereka yang sudah berhasil selamat.

“Berapa riil yang ada di pesantren ini dan berapa yang sudah konfirmasi ada di luar area, itu sedang kita cek. Semalam kita masih mendengar suara-suara memanggil nama dari dalam reruntuhan, ada empat yang terdengar, tapi kita belum tahu kondisinya,” jelasnya.

Nanang menyebut seluruh peralatan penyelamatan telah dikerahkan ke lokasi. Tim juga berupaya memberikan bantuan darurat kepada korban yang diduga masih hidup di balik reruntuhan.

“Peralatan sudah kita kerahkan untuk membantu, termasuk memberikan oksigen dan logistik, seperti air minum kepada korban. Namun untuk mengangkat reruntuhan masih belum memungkinkan karena pagi tadi masih ada pergerakan bangunan,” katanya.

Kapolda menuturkan pihaknya juga akan melibatkan ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menganalisis struktur bangunan. Selain itu, penggunaan alat berat dipertimbangkan untuk mempercepat proses evakuasi sisa-sisa bangunan.

“Ini harus kita pastikan dengan ahlinya dari ITS. Mau tidak mau nantinya perlu alat berat untuk mengangkat sisa-sisa bangunan yang ambruk,” ujar dia.

Kapolda Jatim mengajak semua pihak untuk mendoakan agar seluruh korban segera bisa ditemukan dan dievakuasi. “Semoga korban bisa segera dievakuasi. Itu dulu yang paling penting,” pungkasnya. (BA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini