“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat 16 Desa terdampak, antara lain Desa Manaruwi, Masangan dan Kelurahan Latek di Kecamatan Bangil,” ujarnya, Jumat (28/2/2025).
Kemudian Desa Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan di Kecamatan Grati. Selanjutnya Desa Beji, Gajahbendo, Kedungringin, Cangkringmalang dan Kedung Boto di Kecamatan Beji.
“Kecamatan Rejoso yang terdampak adalah Desa Toyaning, Patuguran dan Jarangan, lalu Kecamatan Gempol terdapat Desa Legok dan Gempol. Terakhir Desa Bandaran juga terdampak di Kecamatan Winongan,” ucap Abdul.
Data yang dihimpun petugas, sebanyak 3.051 Kepala Keluarga (KK) terdampak, sementara itu BPBD dibantu instansi terkait melakukan distribusi bantuan logistik.
“Kondisi terkini pada Kamis 27 Februari kemarin, Pukul 12.00 WIB, air telah surut kecuali di Kecamatan Beji, Rejoso dan Gempol,” ujarnya.
Pantauan di lapangan ketiga lokasi tersebut masih tergenang dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30 hingga 50 cm. “Sementara itu, kondisi debit air Sungai Dermo telah kembali normal,” ucap Abdul.
Mengingat masih banyaknya kejadian bencana hidrometeorologi basah yang didominasi oleh banjir di sejumlah wilayah tanah air, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja.
“Warga diimbau untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, seperti membersihkan saluran drainase,” ujar Abdul.
“Sementara bagi warga yang rumahnya telah surut dari banjir, waspadai ancaman penyakit pasca banjir yang kerap terjadi seperti diare, demam berdarah, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit kulit,” pungkas Abdul.



