Lewat pengukuran SOUL (Spirit of Universal Life) METER (Measurement Technique of Radiation) atau pendekatan permasalahan kesehatan mental/ pengukuran radiasi energi, Bunda Arsaningsih menangkap radiasi kecemasan terkait kemakmuran dari 900 peserta (online dan offline) talkshow dan meditasi Tata Hati di Italia.
“Selain kecemasan, ada juga radiasi energi pikiran belum merasa cukup dengan kemakmuran. Ini adalah pikiran yang tanpa kita sadari terproduksi dan menghambat kemakmuran,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Lsatu.net di Surabaya, Selasa (8/4/2025).
Dia menjelaskan kemakmuran bekerja terkait dengan hukum alam yakni tabur tuai dan energi mengikuti pikiran. Alam akan menangkap apa yang diradiasikan seseorang lewat pikirannya baik yang disadari atau tidak.
“Seringkali kecemasan mencuri kemakmuran. Sehingga butuh menata hati,
menata pikiran yang salah untuk menjadi lebih positif,” ucapnya ditemani translator berbahasa Italia.
Guru meditasi yang tinggal di Bali itu mengatakan bila peta pikiran yang negatif tak berubah, maka hidup tak akan berubah. “Untuk mengubah pola energi, butuh energi besar lewat keterhubungan kepada Tuhan,” ujarnya.
Selanjutnya, Bunda mengajak para peserta mengikuti meditasi SOUL Reflection atau meditasi refleksi/ berkesadaran terhubung dengan kekuatan Tuhan. Awalnya peserta diajak terhubung kepada Tuhan kemudian melakukan refleksi atas kesalahan berpikirnya terkait kemakmuran.
Setelah pembersihan energi pikiran negatif yang menghambat kemakmuran, Bunda mengajak para peserta meradiasikan dan memvisualkan kemakmuran berkelimpahan datang dalam hidup mereka.
Bunda mengingatkan para peserta, untuk menjaga pikiran positif dan melayani banyak orang dengan tulus dan penuh cinta. “Bila muncul pikiran negatif, cepat ditarik dan kemudian radiasikan kemakmuran akan datang,” ucapnya.
Salah satu warga Italia, Cormela, yang mengikuti acara ini mengatakan sangat
bersyukur setelah mengikuti meditasi tuntunan Bunda Arsaningsih.
“Saya merasa terbebaskan dengan mengikuti tuntunan itu. Saya sangat berterima kasih, kata-kata saja tak cukup menggambarkan perasaan saya,” ujarnya.
Diketahui, Pemerintah Italia meluncurkan layanan kesehatan mental nasional sejak Maret 2020. Berdasarkan survei Telus Health pada 2023 mengenai kondisi kesehatan mental pekerja di Italia, sebanyak 45% mengalami kecemasan, 35% mengalami depresi, 29% merasa tidak optimis terkait masa depan.



