Khofifah Pakai Analogi Kolam Pancing Saat Bertemu Pimpinan Muhammadiyah Jatim

0
4
Foto: (kanan-kiri) Emil Dardak, Sukadiono (Suko) dan Khofifah Indar Parawansa.

Lsatu.net, Surabaya – Calon Gubernur Jawa Timur, nomor urut dua, Khofifah Indar Parawansa menggunakan analogi kolam pancing saat bertemu dengan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim di Surabaya.

“Hampir selalu saat pertemuan dengan keluarga besar Muhammadiyah, kami selalu menyampaikan apresiasi bagaimana kontribusi Muhammadiyah di Jatim sangat signifikan untuk mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM),” ujarnya didampingi cawagubnya, Emil Dardak usai melakukan pertemuan dengan Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Jatim di Surabaya, Rabu (2/10/2024).

Khofifah mencontohkan, Muhammadiyah mempunyai kontribusi signifikan di sektor pendidikan, di sektor kesehatan dan ekonomi. Termasuk juga bidang sosial yang akan mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Ini bukan persoalan sederhana, sangat fundamental bagi program pembangunan di sektor apapun, harus memberikan dampak pada peningkatan kualitas SDM kita,” ucapnya.

Menurut mantan Menteri Sosial itu, semakin mandiri seseorang akan bisa memandirikan yang lain.

“Ibaratnya orang itu bukan mancing tapi membuat kolam. Kalau bisa membuat kolam maka bisa memberikan penghidupan pada ikan-ikan lain,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Sukadiono menambahkan, pertemuan dengan Khofifah dan Emil merupakan pertemuan biasa karena memang sudah sering bertemu.

“Kalau dengan ibu (Khofifah) ini sudah biasa kita. Mas Emil, Ibu Khofifah, baik sebagai gubernur maupun tidak beliau sering ke sini. Kami insyaAllah sudah sangat akrab. Sudah tidak bisa dihitung,” ucap Suko, sapaannya.

Suko menyebut bahwa pertemuan tersebut untuk membahas bagaimana ke depan mensinergikan program antara Pemerintah Provinsi Jatim dengan PWM.

“Tetep tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat. Mudah-mudahan Ibu Khofifah dengan Mas Emil bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Dia menyatakan pada Pilkada Jatim tidak mengarahkan warga Muhammadiyah untuk memilih salah satu pasangan calon.

“Warga Muhammadiyah sudah cerdas, tidak usah ditunjukkan sudah tahu mana yang harus dipilih,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini