Maba Unesa 2025 Bikin Video Edukasi Peduli Lingkungan Berbuah Rekor MURI

0
13
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Senin pagi, 25 Agustus 2025, langit Surabaya masih berbalut semangat muda. Ribuan wajah penuh harapan berbaur dalam satu ruang megah di Graha Unesa, Kampus II Lidah Wetan.

Sebanyak 20.117 mahasiswa baru resmi disambut sebagai keluarga besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Mereka datang dengan seragam hati membawa mimpi, tekad, dan doa untuk sebuah perjalanan panjang di dunia kampus.

Tema “Glory Education: Pelopor Pendidik, Pilar Kemajuan Bangsa” yang diusung dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) seakan bukan sekadar semboyan, tetapi lantunan janji.

Janji untuk tumbuh menjadi insan cerdas, berintegritas, dan mampu menyalakan cahaya peradaban di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.

Rektor Unesa Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan, berdiri di hadapan ribuan mahasiswa baru dengan suara hangat penuh harapan.

“Menjadi mahasiswa bukan hanya menuntaskan SKS, tetapi membentuk jati diri yang mampu menghadapi tantangan era digital dengan ketidakpastian global,” pesannya.

Ia tidak hanya bicara tentang akademik. Lebih dari itu, ia menitipkan doa agar para mahasiswa menjadi duta peradaban, generasi yang bijak dalam mengelola informasi, kritis dalam berpikir, dan tak lupa peduli pada bumi tempat mereka berpijak.

Dan benar saja, pesan itu diwujudkan dalam sebuah karya kolosal: 19.858 video bertema peduli lingkungan yang lahir dari tangan-tangan kreatif mahasiswa baru Unesa.

Bukan sekadar video biasa, melainkan suara, imajinasi, dan kepedulian yang berpadu, hingga akhirnya membuahkan penghargaan Rekor MURI.

Bagi Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Martadi, pencapaian ini lebih dari sekadar angka.

“Capaian MURI ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga makna dan dampaknya bagi lingkungan, mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya.

Ribuan vlog itu menjadi kampanye masif: suara serentak dari generasi muda yang mengingatkan dunia untuk merawat bumi. “Harapannya mahasiswa tidak hanya bangga menjadi bagian dari Unesa, tetapi juga memiliki kepedulian nyata terhadap lingkungan,” tambah Martadi.

Tak hanya menorehkan rekor, karya tersebut melatih mahasiswa untuk berani berbicara, berpikir kreatif, sekaligus menajamkan keterampilan digital mereka.

Bagi masyarakat, ribuan konten itu ibarat oase, memberi inspirasi sederhana namun bermakna: menjaga bumi dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Customer Relations Manager MURI, Lutvi Syah Pradana, pun angkat topi. “Kegiatan ini membuktikan komitmen Unesa dalam menjaga kelestarian bumi sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus peduli lingkungan,” katanya penuh apresiasi.

Kemeriahan acara tak berhenti di situ. Ada pula deklarasi anti kekerasan yang menegaskan komitmen Unesa pada kampus ramah dan inklusif, penganugerahan sebagai Kampus Penggerak Literasi dan Inklusi Pasar Modal, hingga penampilan yang menyulut tawa dan haru.

Dari stand up comedy Arif Alfiansyah, lantunan suara Ghea Indrawari, sampai monolog reflektif Cania Citta Irlanie yang mengajak mahasiswa menatap masa depan pendidikan Indonesia dengan hati dan nurani.

Hari itu, ribuan mahasiswa baru tidak sekadar resmi menjadi bagian dari Unesa. Mereka pulang membawa lebih dari sekadar cerita inaugurasi.

Mereka membawa kebanggaan, tanggung jawab, dan mimpi yang kini sudah dititipkan di pundak mereka menjadi agen perubahan.

Di bawah sorotan lampu Graha Unesa, mereka telah menuliskan bab pertama perjalanan panjangnya. Dan bab itu dimulai dengan kepedulian pada bumi. (AN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini