Lsatu.net, Surabaya – Seorang mahasiswa di Surabaya kembali ditemukan tewas, diduga bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung kampus. Sebelumnya adalah mahasiswi dari Universitas Ciputra (UC) yang terbaru yaitu mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra.
Mahasiswa UK Petra Surabaya tewas diduga usai melompat dari Gedung Q kampus setempat sekitar pukul 10.45 WIB.
Belum ada keterangan lengkap mengenai identitas korban. Namun, diketahui korban berjenis kelamin laki-laki. Pihak kampus juga telah membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Hari ini, Selasa, 1 Oktober 2024 sekitar pukul 10.45 WIB salah satu mahasiswa kami ditemukan meninggal dunia di halaman kampus PCU (Petra Christian University),” ungkap Ajeng, Public Relation UK Petra, Selasa (1/10/2024).
Ajeng menjelaskan, saat ini pihak kampus dan kepolisian juga masih melakukan penyelidikan atas kematian korban. “Jenazah masih dalam penyelidikan polisi untuk penanganan lebih lanjut. Kami seluruh civitas akademika PCU sangat berduka cita atas kejadian ini,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang mahasiswi Universitas Ciputra Surabaya, SNV (20) warga Greenland, Menganti, Gresik, diduga bunuh diri terjun bebas dari lantai 22 gedung kampus yang berlokasi di kawasan Sambikerep, Kota Pahlawan.
“Sekitar pukul enam pagi tadi, salah satu mahasiswi kami ditemukan meninggal di halaman kampus Universitas Ciputra,” ujar Humas Universitas Ciputra, Erlita Tantri, Rabu (18/9/2024).
Erlita mengungkapkan, Almarhumah dikenal sebagai pribadi yang baik tidak memiliki masalah akademik. Saat ini jenazah telah dibawa oleh pihak kepolisian ke Rumah Sakit untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami seluruh civitas akademika Universitas Ciputra sangat berdukacita atas kejadian ini,” ucap Erlita.
Sementara itu, Kapolsek Lakarsantri Kompol M Akhyar mengatakan awalnya menerima laporan ada perempuan jatuh dari lantai 22 gedung kampus.
Kemudian polisi mengecek lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Setelah dilakukan penyelidikan dan didalami ternyata korban bunuh diri melompat dari lantai 22 gedung.
“Pertama kita lihat lantai dari 22 ditemukan beberapa barang milik korban. Yaitu ada tas sepatu ada HP ada laptop dan tas itu isi ada beberapa barang perempuan,” ujarnya.
Dia menambahkan dari rekaman CCTV korban datang ke tempat parkir kampus menggunakan motor. Lalu memarkirkan motor. Kemudian korban naik lift menuju lantai 20.
Setelah sampai di lantai 20 korban naik ke lantai 22 jalan kaki menggunakan tangga darurat. Kemudian korban melihat situasi dan CCTV.
Dia lalu meletakkan barang tas ponsel, laptop, dan HP di dekat jendela. Korban lalu mengambil pijakan kursi dan membuka jendela. Kemudian korban melompat dari jendela lantai 22.
“Petunjuk diketahui korban pacaran dengan pacarnya sudah tujuh bulan. Pada Selasa pukul 22.00 dia (korban) wa mengatakan pamit dan minta maaf,” ucap Akhyar.
Tak hanya itu. Korban pada Rabu pukul 05.48 juga sempat mengirimkan pesan WA ke teman kampusnya. Inti pesannya korban meminta temannya kalau menemukan barang di lantai 22 segera melapor ke satpam.
“Korban mahasiswi. Untuk motif karena yang bersangkutan diputus sama pacarnya,” ujar Akhyar.



