Waspada Cuaca Ekstrem Selama Sepekan, Masyarakat Jatim Jangan Keluar Dulu

0
3
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya BPBD Jatim, Sriyono mengungkapkan, berdasarkan rilis yang disampaikan oleh Badan Meteorologi Juanda bahwa mulai tanggal 10 sampai 17 September, harus betul-betul melihat situasi Jawa Timur adanya cuaca ekstrim.

“Peringatan itu ditujukan kepada 22 kabupaten kota. Nah dari situlah kami dari BPBD Provinsi Jawa Timur, Pak Kalaksa sudah menindaklanjuti kepada seluruh kepala BPBD kabupaten kota se Jawa Timur untuk melakukan siaga,” ujarnya usai acara Teras Informasi, dengan tema Tantangan Pengurangan Resiko Bencana berbasis Komunitas/ Jambore FPRB Jatim di kantor Dinas Kominfo Jatim, Kamis (11/9/2025).

Sriyono mengatakan bahwa, tidak hanya 22 daerah saja, karena namanya ramalan (Informasi dari BMKG) itu bisa berubah dan berpindah. “Sehingga kesiapan kami tidak hanya 22, tapi 38 kabupaten kota,” ucapnya.

Sriyono menyebut, pihaknya sudah sudah menyiapkan peralatan dan logistik apabila betul-betul terjadi cuaca ekstrim yang menimbulkan bencana.

“Kami sudah memberikan atau mendistribusikan logistik, baik peralatan maupun logistik ke BPBD kabupaten kota se Jawa Timur,” ujarnya.

Peralatan maupun logistik tersebut yaitu tenda dan sebagainya, logistik termasuk makanan semuanya sudah didistribusikan ke BPBP kabupaten kota se Jawa Timur.

“Sehingga apabila persiapan itu matang, Insya Allah BPBD kabupaten kota juga siap 24 jam semuanya, ready 24 jam semuanya, termasuk BPBD Provinsi Jatim,” ucap Sriyono.

Dikonfirmasi cuaca ekstrem yang dimaksud itu apa, Sriyono menyampaikan, yang disampaikan rilis oleh BMKG itu adalah angin dan hujan. “Jadi angin kencang dan hujan, apabila dua itu akan terjadi pasti terjadi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Sriyono mengimbau kepada masyarakat Jawa Timur, tolong selama satu minggu ke depan ini hindari berkerumun atau berteduh di pohon dan di pinggir jalan. “Kalau terjadi awan yang begitu pekat dan tebal, segera mencari tempat aman untuk berlindung,” ucapnya.

Dan berlindungnya jangan di bahan pohon dan jangan di bawah atap yang bisa terbang dan sebagainya. “Apabila memang betul-betul terjadi cuaca ekstrem, kami mohon masyarakat jangan keluar dulu, cari tempat yang aman untuk berlindung,” ujarnya. (BA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini