UMKM Wajib Kembangkan Mindset Entrepreneurship dan Budaya Inovasi

0
20
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Mojokerto – Di tengah derasnya arus perubahan zaman, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut tak hanya sekadar bertahan, tetapi juga tumbuh dengan jiwa wirausaha yang tangguh dan semangat inovasi yang menyala.

Mindset entrepreneurship dan budaya inovasi kini ibarat dua sayap yang akan membawa UMKM terbang lebih tinggi, menembus tantangan yang datang silih berganti.

“Mindset entrepreneurship itu pola pikir yang menekankan pada kreativitas, inovasi, dan kemandirian. Sedangkan budaya inovasi adalah proses menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, bisa berupa produk, layanan, proses, maupun model bisnis,” tutur Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, dalam sambutan tertulisnya pada Workshop Pengembangan Kualitas dan Inovasi Produk melalui Millenial Job Center (MJC) di Mojokerto, 25 Agustus 2025 lalu.

Endy menegaskan, membangun jiwa wirausaha dimulai dari keberanian mengubah pola pikir. Dari sekadar menjadi karyawan yang menunggu instruksi, menjadi pengusaha yang berani menantang risiko, mencari peluang, dan menciptakan perubahan.

“Merubah pola pikir ini penting. Dari pola pikir karyawan menjadi pola pikir pengusaha, yang berani mengambil risiko dan mencari peluang,” jelasnya penuh penekanan.

Tak hanya itu, kreativitas, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan manajemen juga menjadi kunci. Dengan teknologi, UMKM mampu menjangkau pasar lebih luas, meningkatkan produktivitas, dan menghadirkan efisiensi. Sementara keterampilan manajemen akan menuntun usaha kecil untuk tumbuh lebih tertata, profesional, dan berdaya saing.

Jaringan juga tak kalah penting. Bagi UMKM, menjalin hubungan dengan sesama pelaku usaha, pemerintah, maupun lembaga keuangan adalah jembatan menuju informasi baru, akses pasar yang lebih luas, serta dukungan permodalan yang sangat dibutuhkan.

Lebih jauh, hadirnya Millenial Job Center (MJC) seakan menjadi oase di tengah dahaga inovasi generasi muda dan pelaku UMKM. MJC tak sekadar tempat pelatihan, melainkan ekosistem kolaboratif yang mempertemukan talenta muda dengan mentor profesional, sekaligus menghubungkan mereka dengan UMKM dalam proyek nyata.

Suasana kebersamaan, kreativitas, dan gairah inovasi menyatu di setiap helatan MJC. Setelah sebelumnya digelar di Malang, Madiun, Mojokerto, hingga Kota Mojokerto, program ini menjadi wadah bagi ide-ide segar bertemu dengan pengalaman praktis, lalu melahirkan solusi yang membumi.

Dalam ekosistem seperti inilah, UMKM menemukan semangat baru. Bahwa menghadapi tantangan tak lagi menakutkan, sebab ada bekal, jejaring, dan budaya inovasi yang mengiringi langkah mereka. (AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini