Dishub Jatim Siapkan Ribuan Armada dan Waspadai 12 Titik Macet Saat Nataru 2025

0
9
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan kesiapan penuh menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Berbagai skema operasi transportasi telah dimatangkan, mulai dari kesiapan armada, personel, hingga pengawasan keselamatan di titik-titik rawan pergerakan.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengungkapkan, secara nasional pergerakan masyarakat pada periode Nataru diproyeksikan meningkat sebesar 2,71 persen. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan tingkat mobilitas tertinggi, terutama dari sisi arus masuk.

“Pergerakan keluar dari Jawa Timur sekitar 14 juta orang, sedangkan arus masuk mencapai 16 juta orang. Artinya, arus masuk ke Jatim lebih besar,” ujar Nyono usai mengikuti Apel Bela Negara, ditulis Rabu (24/12/2025).

Tak hanya itu, penggunaan angkutan umum selama masa Nataru yang berlangsung selama 18 hari diperkirakan melonjak hingga 17 persen. Bus masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat dengan proyeksi penumpang mencapai 3,3 hingga 3,6 juta orang. Sementara itu, angkutan kereta api diperkirakan melayani lebih dari 3,2 juta penumpang.

Moda transportasi lain seperti angkutan penyeberangan, laut, dan udara juga diprediksi mengalami peningkatan seiring tingginya aktivitas libur akhir tahun.

Untuk mendukung kelancaran angkutan Nataru, Dishub Jatim menyiapkan ribuan armada lintas moda. Sebanyak 6.300 unit bus disiagakan, hampir 100 trainset kereta api telah dipersiapkan, angkutan penyeberangan mengoperasikan sekitar 241 trip, angkutan laut melibatkan 55 kapal, serta sekitar 200 pesawat beroperasi di tujuh bandara di Jawa Timur.

“Secara keseluruhan kami siap. Puncak arus Natal diperkirakan terjadi pada 24 Desember, sedangkan arus balik pada 4 Januari,” jelas Nyono.

Selain armada, Dishub Jatim juga mengerahkan hampir 6.000 personel gabungan dari Dishub Provinsi dan Dishub kabupaten/kota di 38 daerah. Ribuan petugas tersebut disebar di berbagai posko pengamanan dan pelayanan, mulai dari terminal, bandara, pelabuhan penyeberangan, hingga UPT Dishub.

Dishub Jatim juga memetakan sejumlah titik rawan, khususnya kawasan wisata yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan risiko keselamatan. Tercatat, terdapat 10 destinasi wisata mancanegara dan 10 wisata nusantara yang menjadi fokus pengawasan.

Sejak November hingga awal Januari, Dishub Jatim melakukan ramp check secara intensif, khususnya terhadap bus pariwisata. Pemeriksaan meliputi sistem pengereman, lampu, sein, wiper, serta kelengkapan keselamatan kendaraan. “Kita pastikan kendaraan laik jalan, apalagi di musim hujan seperti sekarang,” tegasnya.

12 Titik Rawan Kemacetan

Dishub Jatim juga mengantisipasi potensi kemacetan di 12 titik strategis, antara lain Simpang Tiga Mengkreng, ruas wisata Cimory Prigen dan Taman Dayu Pandaan Pasuruan, Exit Tol Taman Dayu, Karanglo dan Pintu Tol Pakis Malang, Simpang Tiga Bendo Mojokerto, serta kawasan wisata Kota Batu seperti Alun-Alun Batu, Jatim Park 1, 2, dan 3, serta Museum Angkut.

Selain itu, ruas jalan menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi juga menjadi perhatian khusus.
Penanganan kemacetan dilakukan melalui rekayasa lalu lintas bersama kepolisian, pemasangan rambu portable, traffic cone, water barrier, serta penambahan petugas di titik-titik rawan. “Kami siapkan langkah antisipasi bersama seluruh stakeholder,” ujar Nyono.

Dishub Jatim juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Sebanyak 29 Terminal Tipe B di seluruh Jawa Timur disiapkan dan dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi pemudik.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap layanan transportasi selama Natal dan Tahun Baru 2025 berjalan aman, lancar, dan nyaman, serta mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam perjalanan. (DK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini