Jejak Asap di Pelabuhan Tanjung Perak: Ketika Mantan Prajurit Memburu Rokok Ilegal demi Negara

0
81
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Di tengah hembusan angin laut yang membawa aroma asin khas pesisir, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berdiri gagah seperti gerbang besar negeri. Kapal-kapal berlalu-lalang, bongkar muat terus berjalan seolah waktu tak pernah berhenti di sana. Namun di balik hiruk pikuk pelabuhan tersibuk di Jawa Timur itu, terselip cerita sunyi tentang jejak asap yang tak semestinya mengepul.

 

Cerita ini dimulai dari sekelompok pria yang namanya pernah menghiasi lembaran sejarah: eks Tim Mawar Kopassus TNI. Mereka kini hadir bukan sebagai prajurit di medan tempur bersenjata, tapi sebagai pejuang dalam senyap memburu musuh bernama rokok ilegal yang merampas hak negara.

 

Salah satu dari mereka, Fauka Noor Farid, kini berjalan di lorong yang berbeda. Dengan nada tegas namun lirih, ia menyampaikan hasil investigasi panjang yang dilakukan Tim Khusus (Timsus) 08. Laporan itu telah sampai ke tangan sahabat lamanya, Letjen (Purn) TNI Djaka Budhi Utama, yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea Cukai.

 

Laporan itu bukan sekadar dokumen tapi secercah harapan, agar asap yang mengaburkan keadilan bisa sirna dari langit negeri.

 

“Rokok-rokok itu tidak berpita cukai. Tidak sah. Dan mereka masuk ke masyarakat lewat Tanjung Perak,” ucap Fauka melalui sambungan telepon, suaranya bergetar bukan karena takut, tapi karena kecewa, Selasa (1/7/2025).

 

Ribuan batang rokok itu, yang semestinya dimusnahkan, justru lolos dan mengisi paru-paru rakyat. Menjadi asap yang tidak hanya mengancam kesehatan, tapi juga mencuri hak negara hak untuk memperoleh pendapatan yang sah.

 

“Ada oknum. Kami tak bisa sebut siapa. Tapi kami sudah laporkan,” lanjut Fauka, memilih menahan informasi demi proses hukum yang tengah berjalan.

 

Fauka tahu, ini bukan tugas ringan. Apalagi ketika yang dilawan bukan sekadar penyelundup, melainkan sistem yang kadang longgar oleh kepentingan. Tapi semangat juang dari masa silam tetap menyala. Di matanya, pengabdian tak pernah usai hanya karena pangkat ditanggalkan.

 

Ia yakin, rekannya di Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, yang dulu bersamanya di Tim Mawar, akan menuntaskan perkara ini. Mereka punya misi yang sama menjaga amanah rakyat, meski kini medan tempurnya adalah meja pengawasan, bukan hutan rimba atau perbatasan.

 

“Pak Prabowo jelas memberi instruksi, Bea Cukai harus meningkatkan pendapatan negara. Maka kami, dengan sisa tenaga, mencoba membantu,” tutur Fauka lirih.

 

Kisah ini bukan hanya tentang rokok ilegal. Bukan sekadar tentang pelabuhan atau cukai. Tapi tentang jiwa-jiwa yang tak ingin negeri ini dirampas oleh ketidakadilan dalam bentuk apa pun bahkan dalam wujud asap tak bertuan.

 

Dan di Pelabuhan Tanjung Perak, angin terus berembus. Menyapu jejak-jejak diam. Sambil menanti, kapan kebenaran akhirnya berlabuh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini