Lsatu.net, Bondowoso – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) kemiskinan ekstrem yang menyasar 5.862 orang penerima manfaat di Bondowoso.
“Setiap orang menerima bantuan sebesar Rp 1,5 juta yang disalurkan satu kali dalam setahun, dengan total nilai sebesar Rp 8,7 miliar,” ujarnya di Pendopo Bondowoso, ditulis Rabu (7/5/2025).
Khofifah menjelaskan bahwa bantuan kemiskinan ekstrem merupakan salah satu fokus utama pemerintah pusat maupun daerah, sebagai bagian dari target penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia pada 2024–2025.
“Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang berkomitmen tinggi untuk mencapai target tersebut,” ucap gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini.
Selain bansos kemiskinan ekstrem, Khofifah mengungkapkan, dirinya juga menyalurkan bansos PKH Plus bagi lansia rentan dan penyandang disabilitas.
“Jumlah total penerima manfaat dari tiga kategori mulai dari PKH Plus bagi lansia rentan, bantuan kemiskinan ekstrem dan untuk penyandang disabilitas yaitu mencapai hampir delapan ribu orang,” ujarnya.
Untuk PKH Plus, lanjut Khofifah, sebanyak 1.818 orang menerima bantuan dengan total nilai Rp 3,6 miliar. Bantuan ini disalurkan dalam empat tahap, masing-masing senilai Rp 500 ribu per penerima. Pada tahap pertama ini, diserahkan sebesar Rp 909 juta.
Sedangkan bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD) disalurkan kepada 115 jiwa dengan total nilai bantuan sebesar Rp 14,4 miliar. Penyaluran dilakukan dalam empat tahap, dan untuk tahap pertama telah diserahkan senilai Rp 103 juta atau Rp 900 ribu per penerima.
*Alhamdulillah kita telah menyerahkan bantuan sosial untuk masyarakat Bondowoso dengan total nilai Rp 12,9 miliar. Bansos ini kami harapkan bisa memberikan penguatan bagi keluarga penerima manfaat,” ucapnya.
“Ini bukan sekadar bantuan tunai, tapi juga bentuk perhatian dan dukungan moral dari pemerintah provinsi Jawa Timur agar masyarakat kuat berdaya,” imbuh Khofifah.
Selain menyerahkan bantuan sosial, Khofifah juga menyerahkan tali asih kepada para pilar sosial sebagai bentuk apresiasi dari Pemprov Jatim atas dedikasi mereka dalam mendampingi masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan kesejahteraan sosial di tingkat akar rumput.
Pilar sosial yang menerima tali asih antara lain Pendamping ASPD, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Serta biaya operasional bagi pendamping PKH Plus.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memberikan sepatu sekolah kepada 10 anak-anak dari keluarga kurang mampu yang akan memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bantuan ini merupakan simbol kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak di Jawa Timur.
“Semoga sepatu ini bisa menjadi semangat baru bagi anak-anak untuk menuntut ilmu. Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan,” pungkas Khofifah.



