Lsatu.net, Surabaya – Di usia 57 tahun, Rosemi sudah terlalu akrab dengan rasa nyeri di lututnya. Setiap langkah terasa berat, setiap bangun tidur ada ragu untuk berdiri. Osteoarthritis yang menggerogoti sendinya membuatnya perlahan kehilangan kebebasan bergerak dan juga sebagian kecil dari keceriaan hidupnya.
“Awalnya saya takut sekali,” kenang Rosemi, Rabu (13/8/2025), saat menceritakan keputusan menjalani operasi bedah lutut menggunakan CUVIS Robotic System Assistant di Siloam Hospitals Surabaya. Baginya, kata “operasi” sudah cukup menakutkan. Apalagi ditambah “robot” di belakangnya.
Namun ketakutan itu ternyata hanya menjadi cerita pembuka. Dalam hitungan hari setelah operasi, Rosemi sudah bisa kembali beraktivitas tanpa tongkat, tanpa alat bantu jalan.
“Saya puas sekali. Operasinya presisi, pemulihannya cepat. Dan pelayanan dokter serta tenaga medisnya luar biasa,” ujarnya dengan mata berbinar.
Presisi dari Sebuah Mesin yang Dikendalikan Manusia
Dokter spesialis ortopedi, Kukuh Dwiputra Hernugrahanto, menjelaskan bahwa teknologi CUVIS bukan sekadar mesin canggih. Ia adalah rekan kerja bagi dokter, mengikuti anatomi unik setiap pasien dan memandu setiap langkah pemotongan tulang dengan akurasi tinggi.
“Dengan perencanaan digital tiga dimensi, hasilnya lebih optimal dan risiko komplikasi bisa ditekan seminimal mungkin,” tutur Kukuh. Di balik layar, sistem ini bekerja seperti arsitek dan seniman sekaligus merancang, mengukur, lalu mengeksekusi dengan presisi yang tak pernah lelah.
Tak Perlu Lagi Terbang ke Luar Negeri
Bagi David Utama, Presiden Direktur Grup RS Siloam, kehadiran teknologi ini adalah tonggak baru. “Ini kabar baik. Pasien tidak perlu lagi bepergian ke luar negeri untuk operasi dengan sistem robotik. Bagi yang membutuhkan bedah lutut presisi, Surabaya kini punya jawabannya,” tegasnya.
CUVIS Robotic Surgical Assistant adalah satu-satunya sistem robotik di Indonesia yang mampu melakukan pemotongan tulang otomatis dengan presisi mikromilimeter, tetap di bawah kendali penuh dokter bedah ortopedi.
Harapan untuk Para Pejuang Nyeri Lutut
Teknologi asal Korea Selatan ini dirancang khusus untuk Total Knee Replacement (TKR), membantu pasien osteoarthritis stadium lanjut yang sudah lama hidup dalam nyeri.
Dengan kemampuan meminimalkan trauma jaringan, menekan risiko infeksi, dan mempercepat pemulihan, CUVIS memberi harapan baru: operasi yang minim nyeri, presisi, dan cepat kembali ke aktivitas.
Bagi Rosemi, hasilnya bukan hanya lutut yang kembali berfungsi. Tapi juga hidup yang kembali lapang. Jalan pagi yang dulu hanya angan, kini bisa ia nikmati. Senyum yang sempat pudar, kini kembali mekar.
“Kalau tahu hasilnya seperti ini,” ucapnya sambil tertawa, “saya tidak akan takut sejak awal.”



