RSPAL Dr Ramelan Surabaya Ganti Pimpinan, Dua Program Ini Tetap Jadi Primadona 

0
20
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) Dr Ramelan Surabaya, resmi berganti pimpinan dari Laksamana Pertama TNI, Mohamad Sulaiman Abidin kepada Laksamana Pertama TNI Imam Hidayat.

Kepala Pusat Kesehatan TNI AL (Kapuskesal) Laksamana Pertama TNI, Sujoko Purnomo mengungkapkan Serah Terima Jabatan (Sertijab) seperti ini sebenarnya tidak ada sesuatu yang spesifik, ini merupakan dinamika di dunia militer.

“Sertijab ini demi kepentingan organisasi, jadi dua-duanya adalah pemimpin yang baik. Jadi diharapkan satu mengisi sini, satu mengisi ke tempat yang baru. Dan semuanya memberikan kemajuan kesehatan di Angkatan Laut,” ujarnya usai sertijab di Gedung perawatan 5 lantai 1 RSPAL Dr Ramelan Surabaya, Senin (15/9/2025).

Dikonfirmasi tentang tantangan dan peluang saat ini di RSPAL Dr Ramelan Surabaya, Sujoko mengatakan, rumah sakit ini sangat bagus, selain areanya luas kemudian personelnya mempunyai kemampuan kompetensi yang bagus, dokternya juga sudah lengkap dan fasilitas sedikit demi sedikit diperbaiki.

“Banyak hal baru yang sudah bisa kita kerjakan, jadi kayak transplantasi ginjal, bayi tabung, kemudian ini sekarang sudah dibuka lagi poli eksekutif. Serta kunjungan pasien di sini ini sangat luar biasa. Poliklinik saja sehari bisa hampir mencapai 1.700 orang per hari,” ucapnya.

Sujoko menegaskan, RSPAL Dr Ramelan Surabaya yang berbeda dengan rumah sakit yang lain yaitu mempunyai helipad.

“Di lantai 5 gedung ini ada helipad. Dan itu sudah teruji untuk latihan evakuasi medis, bahkan untuk evakuasi medis yang sebenarnya. Nah ini satu-satunya rumah sakit yang helipadnya aktif sampai sekarang di Surabaya,” ujarnya.

Kepala RSPAL Dr Ramelan Surabaya (yang baru) Laksamana Pertama TNI, Imam Hidayat menambahkan, dirinya akan tetap melanjutkan semua kebijakan atau prestasi yang sudah dicapai.

“Saya akan meneruskan dan fokus pada dua hal yaitu peningkatan kualitas pelayanan dan peningkatan pelayanan sumber daya manusia,” ucapnya.

Imam menjelaskan, peningkatan kualitas pelayanan, intinya berusaha menggunakan layanan yang terintegratif, kolaboratif sehingga mendapatkan hasil pelayanan keselamatan pasien dan keluarga.

“Sedangkan untuk peningkatan SDM, kami berupaya maksimal untuk meningkatkan kompetensi SDM tersebut, baik secara internal maupun eksternalnya,” ujarnya. (AN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini