Travoy, Teman Perjalanan di Jalan Tol: Dari Mudik yang Dirindukan hingga Bantuan Saat Darurat

0
3
Foto: Anis Sri Wahyuni bersama keluarga menggunakan aplikasi Travoy untuk menemani perjalanan.

Lsatu.net, Surabaya – Mudik selalu membawa cerita. Ada rindu yang menumpuk sepanjang tahun, ada tawa keluarga di dalam mobil, ada pula kepanikan kecil yang datang tanpa aba-aba di tengah perjalanan. Di antara riuh kendaraan yang mengalir di ruas jalan tol, kehadiran aplikasi Travoy menjadi teman baru yang menemani setiap kilometer perjalanan itu.

Bagi Slamet Riyadi, mudik Lebaran 2026, tepatnya pada tanggal 18 Maret, menjadi perjalanan yang begitu berarti. Setelah sekian lama tak merasakan mudik bersama, ia dan keluarganya akhirnya kembali menempuh perjalanan pulang kampung.

Di tengah rasa haru itu, sebuah aplikasi di ponsel menjadi penolong sederhana yang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

“Terima kasih kepada tim Jasa Marga yang telah membuat aplikasi Travoy ini. Sangat membantu kami yang akan mudik tahun ini,” ujar Slamet, ditulis Kamis (30/4/2026).

Bagi Slamet, aplikasi Travoy bukan sekadar teknologi. Ia hadir sebagai penunjuk jalan di tengah kerinduan keluarga yang ingin pulang bersama.

Cerita lain datang dari Adi Setiono. Pada 3 April 2026, perjalanannya mendadak berubah menegangkan ketika mobil yang dikendarainya mengalami gangguan di Tol Jagorawi kawasan Sentul. Saat situasi tak menentu, ia mencoba memesan layanan towing melalui aplikasi Travoy.

Tak sampai satu jam, bantuan datang. “Kurang lebih 30 menit unit towing tiba. Petugasnya baik, sangat membantu, dan langsung membawa mobil ke bengkel tanpa drama,” tulis Adi.

Di saat banyak orang hanya berharap perjalanan lancar, Adi merasakan bagaimana teknologi bisa menjelma pertolongan nyata di saat darurat.

Foto: Anis Sri Wahyuni bersama keluarga menggunakan aplikasi Travoy untuk menemani perjalanan.

Sementara itu, bagi Anis Sri Wahyuni (40), warga Surabaya yang berdomisili di Menganti, Gresik, aplikasi Travoy menyelamatkan perjalanan keluarganya dengan cara yang lebih sederhana, namun tak kalah penting.

Saat menuju Kota Kediri untuk menghadiri acara Halal Bihalal pada 28 Maret 2026, kepanikan datang sesaat setelah mobil memasuki gerbang tol. Dua anaknya dan sang ibu mertua tiba-tiba ingin ke toilet.

“Kami sempat panik, namun berkat aplikasi ini cepat menemukan rest area terdekat. Alhasil, buang hajat pun aman,” kisah Anis sambil tertawa.

Cerita-cerita kecil itu menjadi gambaran bagaimana PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi layanan digital melalui pengembangan aplikasi Travoy, singkatan dari Travel with Comfort and Joy. Sebuah ekosistem informasi digital jalan tol yang dapat diakses secara real time.

Lewat Travoy, pengguna jalan tol bisa mengakses lebih dari 3.500 kamera CCTV, mengetahui tarif tol, kondisi lalu lintas terkini, lokasi rest area, layanan derek online, hingga resi digital ramah lingkungan.

Foto: Anis Sri Wahyuni bersama keluarga menggunakan aplikasi Travoy untuk menemani perjalanan.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, pembaruan Travoy versi Android 4.9.2 dan iOS menghadirkan semakin banyak inovasi. Salah satunya Travoy GO, layanan transaksi tol nirsentuh yang telah tersedia di 100 titik ruas Jabodetabek dan Bali.

Ada pula Travoy Pay untuk top up uang elektronik, fitur Map yang menampilkan kondisi jalan tol, Red Zone untuk titik rawan kecelakaan, Route Finder untuk pilihan rute, hingga Radio Travoy FM yang menyiarkan informasi lalu lintas secara streaming.

“Dengan pembaruan ini, Travoy hadir semakin lengkap sebagai platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan informasi, transaksi, serta dukungan perjalanan dalam satu genggaman,” ujar Rivan.

Di jalan tol, perjalanan bukan hanya soal tiba di tujuan. Ia tentang cerita yang lahir di sepanjang jalan: keluarga yang kembali berkumpul, pengendara yang terbantu saat darurat, hingga kepanikan kecil yang berubah menjadi lega.

Dan di tengah laju kendaraan yang tak pernah benar-benar berhenti, Travoy hadir sebagai teman perjalanan, diam di genggaman, namun berarti sepanjang perjalanan. (Dian Kurniawan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini