Unesa Kukuhkan 1.510 Wisudawan ke-116, Mengawal Mimpi Indonesia Emas 2045

0
12
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Sabtu pagi itu, Graha Unesa di Kampus Lidah Wetan tampak bersinar. Di balik toga hitam dan senyum haru, 1.510 wisudawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melangkah mantap menuju gerbang baru kehidupan.

Hari itu bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan sebuah penanda perjalanan panjang yang penuh doa, perjuangan, dan pengorbanan.
Rapat Terbuka Senat ke-116 Unesa terasa istimewa. Mengusung tema “Wisudawan Unesa: Cerdas, Tangguh, Siap Mengawal Indonesia Emas 2045”, suasana menjadi begitu emosional.

Di antara riuh tepuk tangan, sesekali terdengar isak bangga orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka kini resmi menyandang gelar sarjana, magister, maupun doktor.

Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., dalam pidatonya menuturkan pesan yang sederhana namun sarat makna yaitu fokus, kolaborasi, dan adaptasi. Tiga kata kunci yang baginya akan menjadi bekal utama para wisudawan menapaki jalan panjang setelah kampus.

“Bangsa ini harus fokus dan bekerja by design. Tidak bisa setengah-setengah jika ingin meraih hasil maksimal. Kesuksesan tidak bisa diraih tanpa kolaborasi dan kemampuan beradaptasi. Siapa pun yang cepat beradaptasi, dialah pemenang di tengah ketidakpastian global,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).

Pesan itu seolah menggema di dada para wisudawan. Banyak dari mereka yang tahu, bahwa toga bukanlah tanda akhir, melainkan titik mula perjuangan sesungguhnya.

Dalam kesempatan itu, Nurhasan juga mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap Unesa. Tahun ini, lebih dari 130 ribu calon mahasiswa mendaftar, namun hanya sekitar 20 ribu yang diterima.

“Saat ini Unesa memiliki 69 ribu mahasiswa aktif dengan 186 program studi. Bahkan kami tengah menyiapkan program baru, seperti Fakultas Ketahanan Pangan, Kedokteran Gigi, hingga pertambangan. Unesa juga memperluas kampus ke Ibu Kota Nusantara,” jelasnya.

Bagi Nurhasan, Unesa bukan hanya tempat menimba ilmu, melainkan kawah candradimuka yang menyiapkan generasi penerus bangsa.

“Saya yakin lulusan Unesa mampu menjadi pemimpin masa depan yang mengawal Indonesia menuju era emas 2045. Teruslah berkontribusi, tangguh menghadapi tantangan, dan bangga menjadi alumni Unesa,” pungkasnya penuh harapan.

Acara kian semarak ketika Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan menghadirkan persembahan musik dan pencak silat. Gerakan penuh energi itu serasa melambangkan semangat generasi muda yang siap mengisi masa depan.

Dan di balik hingar-bingar acara, ada kisah-kisah kecil yang membuat momen itu begitu berharga. Ada orang tua yang rela menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan detik putra-putrinya dipanggil ke atas panggung.

Ada pula wisudawan yang berurai air mata, mengenang perjuangan panjang melewati pandemi, keterbatasan, hingga akhirnya hari itu tiba juga.

Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Di bawah langit Surabaya yang cerah, 1.510 wisudawan Unesa berjanji pada diri mereka sendiri untuk terus melangkah, menjaga mimpi, dan mengawal cita-cita Indonesia Emas menuju 2045. (AN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini