Lsatu.net, Surabaya – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto mengungkapkan perkembangan terbaru kasus demo anarkis pada akhir Agustus kemarin di beberapa daerah termasuk pembakaran Gedung Negara Grahadi, pos polisi serta fasilitas umum di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Kediri dan Malang.
“Kami mengamankan 997 orang dengan rincian 582 orang dewasa, 415 anak dibawah umur, dan sampai saat ini ada 682 orang dipulangkan, serta 315 orang menjalani proses hukum,” ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (18/9/2025).
“Ada yang dipulangkan karena anak dibawah umur. Dan tentunya kami akan menyerahkan langsung kepada orang tua, karena hampir semuanya orang tua tidak pernah tahu kegiatan anak-anaknya,” imbuh Irjen Nanang.
Irjen Nanang mengatakan, berbijaksanalah didalam penggunaan media sosial, karena kita tahu bahwa sekarang adanya IT di tangan apapun bisa cepat sekali menyebar.
“Pada saat itulah kita harus bijaksana untuk melihat mana yang positif, mana yang negatif, mana yang harus diikuti, mana yang tidak,” ucapnya.
Irjen Nanang menyebut, penyampaian pendapat itu wajar dan itu memang ada mekanismenya, ada prosesnya bila dilakukan secara benar.
“Yang sekarang ini terlihat ada yang bukan lagi menyampaikan pendapat sesuai dengan aturan tetapi sudah mengarah kepada kriminalitas,” ujarnya.
“Mengarah kepada ancaman terhadap jiwa, benda, dan kegiatan-kegiatan masyarakat banyak yang dirugikan,” tambah Irjen Nanang.
Irjen Nanang menyampaikan, peristiwa demo ricuh itu berdampak kepada banyak masyarakat yang mengalami luka luka. Setidaknya kurang lebih 111 orang alami luka.
“Di samping masyarakat ada juga dari personil kami, dari PORI dan TNI. Di sini personil Polri ada 105 orang yang menjadi korban pada saat pengamanan unras. Kemudian personil TNI ada 12 orang dan ini sudah kita rawat,” ucapnya.
“Ada yang sudah kembali dan ada yang masih dalam rawat inap di rumah sakit. Dan ini tentunya suatu proses pembelajaran buat kita supaya tidak terulang ke depannya,” ujar Irjen Nanang. (DK)



