Cak Hasan Gemar Bagi Uang ke Wisudawan Terbaik Unesa, Dana Pribadi?

0
10
Foto: Rektor Unesa, Nurhasan (Cak Hasan)

Lsatu.net, Surabaya – Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof. Dr. H. Nurhasan, M.Kes yang juga sering disapa dengan panggilan Cak Hasan gemar membagikan uang kepada wisudawan terbaik.

Cak Hasan kali ini memberikan uang kepada 12 wisudawan terbaik sarjana terapan, sarjana magister dan doktor pada wisuda periode 122 Unesa tahun 2026.

Wisudawan terbaik tersebut mendapat uang senilai 1 hingga 25 juta rupiah. Apakah dan itu bersumber pada kantong pribadi Cak Hasan atau dari universitas?

Dikonfirmasi soal bagi-bagi uang tersebut, Cak Hasan tidak menjawab secara detail. Dia hanya menjelaskan tentang Unesa telah menyiapkan anggaran untuk mendukung peningkatan pendidikan sivitas akademika. Program tersebut mencakup kesempatan melanjutkan pendidikan S2 dan S3 tanpa biaya di Unesa bagi sivitas yang memenuhi ketentuan.

“Semua pegawai kita kuliahkan S2 dan S3 di Unesa secara gratis. Apalagi alumni yang hebat-hebat, kita beri kesempatan gratis agar mereka mendapatkan peluang untuk meningkatkan kompetensinya,” ujarnya usai acara wisuda periode 122 di gedung Graha Unesa, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Cak Hasan, peningkatan kapasitas tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga memperkuat kontribusi mereka terhadap institusi dan masyarakat.

Para alumni yang mendapatkan kesempatan tersebut juga diharapkan ikut menjaga nama baik dan marwah almamater dengan menghadirkan karya serta solusi yang dibutuhkan masyarakat.

“Kita minta mereka membantu menjaga marwah lembaga yang kita cintai, Unesa, memberikan inspirasi kepada masyarakat, serta mampu menjawab tantangan dan mencarikan solusi atas kebutuhan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan alumni dalam berbagai program strategis menjadi salah satu bagian dari upaya Unesa memperluas kontribusi perguruan tinggi di luar lingkungan kampus.

Melalui penguatan kompetensi, pendidikan lanjutan, serta keterlibatan dalam berbagai program prioritas, Unesa berharap para lulusannya tidak berhenti pada pencapaian akademik.

Mereka diharapkan tumbuh sebagai sumber daya manusia yang adaptif, berkarakter, mampu menciptakan peluang, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan.

“Harapannya mereka menjadi agen-agen perubahan dan menjadi agen yang dibutuhkan oleh pemerintah,” kata Cak Hasan.

Pada penelusuran di website ppid Unesa tertulis bahwa pihaknya secara resmi merilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Tahun 2025 untuk seluruh jajaran pimpinan tertinggi (Rektor dan Wakil Rektor).

Pelaporan LHKPN kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan langkah aktif dalam menjaga akuntabilitas publik serta membangun kepercayaan civitas akademika dan sebagai komitmen bersama mewujudkan zona integritas dan kampus yang bebas dari korupsi.

Pada penelusuran di website ppid Unesa tertulis bahwa pihaknya secara resmi merilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Tahun 2025 untuk seluruh jajaran pimpinan tertinggi (Rektor dan Wakil Rektor).

Pelaporan LHKPN kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan langkah aktif dalam menjaga akuntabilitas publik serta membangun kepercayaan civitas akademika dan sebagai komitmen bersama mewujudkan zona integritas dan kampus yang bebas dari korupsi.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, Rektor Unesa Nurhasan atau Cak Hasan ini memiliki total tanah dan bangunan yang tercatat sebesar Rp 6.685.000.000. Aset tersebut terdiri atas 10 bidang tanah, yaitu tanah seluas 192 m² senilai Rp 525.000.000, 112 m² senilai Rp 555.000.000, 168 m² senilai Rp 505.000.000, 2.256 m² senilai Rp 625.000.000, 425 m² senilai Rp 505.000.000, 112 m² senilai Rp 505.000.000, 4.306 m² senilai Rp 2.710.000.000, 462 m² senilai Rp 255.000.000, serta dua bidang tanah masing-masing seluas 90 m² senilai Rp 250.000.000.

Selain itu, terdapat alat transportasi dan mesin berupa 1 unit Toyota Raize tahun 2021 dengan nilai Rp 170.000.000. Kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 276.213.172, sedangkan harta bergerak lainnya, surat berharga, dan harta lainnya tercatat Rp0.

Dengan demikian, subtotal harta tercatat sebesar Rp 7.131.213.172. Setelah dikurangi utang sebesar Rp 1.225.288.622, total harta kekayaan bersih menjadi Rp 5.905.924.550. (DK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini