Dari Sunrise Borobudur hingga Wisata Kuliner, Kemenpar Pikat Pasar Singapura

0
7
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Dalam upaya mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) nasional tahun 2026, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia menggelar kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) Tour Operator bagi empat agen perjalanan (travel agents) Garuda Indonesia asal Singapura pada 28 September hingga 2 Oktober 2026 dengan destinasi Yogyakarta.

Pelaksanaan famtrip ini bertujuan utama untuk memberikan pengalaman langsung (first-hand experience) kepada para tour operator Singapura agar mereka dapat menyusun, merancang, dan mempromosikan paket-paket wisata gastronomy (kuliner) serta wellness (kebugaran) khas Yogyakarta untuk dijual kepada calon wisatawan di Singapura.

Selama lima hari di Yogyakarta, para peserta diajak menyelami pesona destinasi kelas dunia melalui rangkaian agenda premium. Pengalaman dibuka dengan relaksasi wellness khas di Garrya Bianti, disusul momen magis menyaksikan sunrise berlatar Candi Borobudur di Dagi Abhinaya.

Kelezatan seni kuliner Nusantara turut menjadi penjelajahan utama melalui gastronomy experience di Dagi Abhinaya dan Omah Kecebong, hingga jamuan makan malam istimewa Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) di Mediterranea Restaurant by Kamil.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi Table Top di Hotel Tentrem yang sukses membuka peluang kerja sama bisnis nyata bersama para pelaku industri pariwisata Yogyakarta.

Penyelenggaraan kegiatan ini terwujud berkat kolaborasi strategis dengan Garuda Indonesia dan Hotel Tentrem, serta dukungan dari pihak-pihak lainnya seperti InJourney, Bale Raos, dan Plataran Borobudur.

Deputi Bidang Pemasaran, Ni Made Ayu Marthini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret Kemenpar dalam menghadirkan pariwisata bernilai tinggi (high-value tourism).

“Tren menunjukkan bahwa wisatawan asal Singapura semakin menggemari pengalaman liburan yang menawarkan relaksasi jiwa dan raga (wellness) serta eksplorasi kuliner autentik (gastronomy). Yogyakarta memiliki keunggulan komparatif yang sangat kuat di kedua segmen tersebut, mulai dari tradisi kebugaran berbasis kearifan lokal hingga kekayaan warisan kuliner Nusantara. Melalui Famtrip ini, kami memfasilitasi para tour operator Singapura untuk meracik paket wisata bernilai tinggi yang menjawab langsung kebutuhan pasar tersebut, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi favorit wisatawan regional,” ujar Ni Made Ayu Marthini.

Melalui sinergi kuat antara pemerintah, maskapai penerbangan, dan para pelaku industri pariwisata, Kementerian Pariwisata terus berkomitmen mempromosikan destinasi unggulan secara efektif demi memperkuat daya saing pariwisata nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. (DK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini