Bacagub Luluk Bawa Pamflet Lindungi Anak Kita Dari Predator Seksual, Gak Bahaya Ta

0
14
Foto: Bacagub Jatim, Luluk Nur Hamida bawa pamflet bertuliskan Lindungi Anak Kita dari Predator Seksual di CFD Taman Bungkul Surabaya, Minggu (22/9/2024).

Lsatu.net, Surabaya – Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jawa Timur, Luluk Nur Hamidah membawa pamflet bertuliskan Lindungi Anak Kita dari Predator Seksual. Hal tersebut menandakan upaya kerasnya mendorong penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Untuk itu, dia dan pasangan bacawagubnya, Lukmanul Khakim mengkampanyekan perlindungan perempuan dan anak yang bertajuk Kampanye Damai Ayo Cinta Keluarga.

“Harus ada kebijakan di level provinsi yang benar-benar berpihak kepada upaya pencegahan dan perlindungan korban kekerasan seksual, khusunya kaum rentan seperti perempuan dan anak,” ujar Mbak Luluk di Car Free Day (CFD) Taman Bungkul Surabaya, Minggu (22/9/2024).

Mbak Luluk mengungkapkan, perlindungan terhadap perempuan dikatakannya harus ingklusif yang dapat menyentuh banyak kondisi, seperti perlindungan atas perempuan pasca melahirkan.

Kondisi kejiwaan perempuan pasca melahirkan dikatakannya sangat rentan, dan jika tidak mendapat perhatian mengakibatkan depresi yang berkepanjangan.

“Lalu di Jawa Timur ini kita juga harapkan ada kebijakan yang sangat berpihak agar ibu-ibu yang sedang hamil dan melahirkan, mendapatkan perlindungan yang sangat maksimum. Sehingga bisa mencegah mereka dari hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti kondisi depresi pasca melahirkan,” ucap Mbak Luluk.

“Dan itu banyak sekali yang dialami oleh perempuan yang melahirkan. Dan itu yang menjadi salah satu penyebab kenapa derajat kesehatan ibu yang hamil dan melahirkan itu di titik yang paling rendah, dan akhirnya kasus-kasus kematian ibu dan anak pasca melahirkan itu juga masih sangat tinggi di Jawa Timur,” lanjutnya.

Mantan Ketua Umum Kopri PB PMII ini menginginkan ada peraturan daerah yang pro mengentaskan kasus-kasus yang menimpa perempuan dan anak.

Legacy yang memihak perlindungan anak dan perempuan sangat dibutuhkan, sehingga implementasinya lebih masif serta menjawab persoalan dengan kongkret.

“Maka kita harapkan bahwa di Jawa Timur ini akan ada perda, akan ada pergub yang bisa memastikan bahwa semua produk undang-undang yang sudah kita hasilkan di DPR RI bisa dilaksanakan dengan baik di level Jawa Timur,” ujar Mbak Luluk.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong kegiatan kampanye yang sama di setiap daerah kabupaten/ kota se Jatim. Kegiatan tersebut sebagai bentuk gebrakan solidaritas, menyadarkan semua pihak bahwa kasus yang menyasar kaum rentan ini merupakan masalah bersama, atau Mbak Luluk sering menyebutnya masalah ‘Kekitaan’.

“Karena ini tentang kita semua yang namanya perempuan, anak bukan hanya urusan perempuan tetapi ini adalah urusan warga bangsa, urusan suami, urusan laki-laki, urusan semua warga,” tandas Mbak Luluk.

Kesejahteraan perempuan dan anak, lanjut Mbak Luluk, akan berefek domino. Cita-cita Indonesia Emas akan cepat terealisasi manakala kasus-kasus yang menimpa perempuan dan anak tertangani dengan baik, sehingga menaikkan taraf kesejahteraan rumah tangga.

“Bahwa Jawa Timur Emas itu hanya mungkin kalau dia tumbuh dari keluarga yang bahagia, keluarga yang sejahtera, dari ibu yang juga bahagia dan sejahtera lahir batin, yang jauh dari situasi yang membahayakan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini