Namira Ecoprint Surabaya Optimis Menang di Event Pertamina UMK Academy 2025

0
9
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Salah satu peserta Pertamina UMK Academy 2025, Namira Ecoprint Indonesia asal Surabaya, mengaku optimis bisa memenangkan event tersebut.

Pemilik Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin berharap keberhasilannya mengikuti Pertamina UMK Academy 2025 dapat menjadi jalan menuju UMKM yang lebih maju dan mendunia.

“Senang dan bangga bisa masuk Pertamina UMK Academy 2025. Harapannya bisa jadi pemenang,” ujarnya di Surabaya, Kamis (26/6/2025).

Yayuk mengungkapkan, usaha fesyen berbasis ecoprint miliknya kini memiliki kapasitas produksi 500 potong per bulan dan mempekerjakan hampir 10 orang, termasuk penjahit disabilitas.

“Ecoprint ini ramah lingkungan, tanpa bahan kimia dan memanfaatkan tanaman liar sekitar rumah. Kami juga menerapkan prinsip tanam kembali serta mengolah limbah jadi pupuk,” ucapnya.

Yayuk mengatakan, produknya telah dipasarkan ke hotel-hotel seperti Samator Novotel, Grand Mercure, Hotel Majapahit, dan beberapa tenant binaan Pemkot Surabaya. Ia juga kerap mengikuti pameran dan misi dagang dari Pemprov Jawa Timur.

“Pembeli terjauh dari Rusia, bahkan Italia, Meksiko ingin datang, dan ada dari Kanada. Kami sudah keliling dari Aceh sampai Papua. Omzetnya minimal Rp 85 juta per bulan dan bisa tembus Rp 200 juta saat ramai,” ujarnya.

Sementara itu, Akselerator Pertamina UMK Academy 2025 Jatimbalinus, Aliff Indira Thahir menjelaskan, program Pertamina UMK Academy 2025 resmi digelar dengan mengusung tagline “Beri Energi Baru, Menuju UMK Maju” sebagai upaya mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) untuk tumbuh, naik kelas dan mampu menembus pasar internasional.

“Pada tahun ini, lebih dari 1.400 pelaku UMK dari seluruh Indonesia terseleksi mengikuti UMK Academy di tingkat regional. Mereka yang lolos akan menjalani program pendampingan di tingkat nasional selama empat bulan,” ucapnya.

UMK Academy dirancang dengan kurikulum bertahap meliputi kelas Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Setiap kurikulum disisipi konsep go green untuk membentuk pelaku usaha yang peduli lingkungan.

“Program ini juga memberikan kesempatan bagi peserta terbaik untuk memenangkan hibah teknologi tepat guna senilai ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Di tahun 2025, Pertamina memperkuat program dengan meluncurkan Platform UMK Academy, sebuah sistem pembelajaran digital interaktif berisi modul, video edukasi, asesmen, dan gamifikasi. Pendekatan pembelajaran juga difokuskan pada sektor spesifik seperti agribisnis, kriya, fesyen, wastra, F&B, dan perhiasan.

“Selain pelatihan, peserta juga mendapat sesi coaching satu per satu serta akses terhadap rantai pasok lokal hingga internasional,” ucap Aliff.

“Program dijalankan dengan pendekatan sustainable education, sustainable economy, dan sustainable environment,” ujar Aliff.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini