Unesa Gandeng Slank hingga Once Mekel Pada Acara Dialog Kebangsaan

0
8
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya berkolaborasi dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia menghadirkan Dialog Kebangsaan bertema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia” di Graha Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Sabtu (9/5/2026).

Forum tersebut mempertemukan akademisi, musisi, budayawan, hingga mahasiswa dalam ruang diskusi yang menyoroti pentingnya menjaga identitas bangsa di tengah derasnya arus budaya global dan perkembangan teknologi digital.

Sejumlah musisi nasional hadir sebagai narasumber, di antaranya Bimbim Slank, Once Mekel, Alffy Rev, Shanna Shannon, dan Novia Bachmid. Kegiatan itu juga dihadiri mahasiswa disabilitas berprestasi, Nanda Mei Solichah.

Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan, mengatakan seni dan budaya merupakan kekuatan utama Indonesia untuk bersaing di tingkat global. Menurutnya, musik menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan ribuan suku, budaya, dan bahasa di Tanah Air.

“Seni budaya adalah keunggulan Indonesia yang bisa kita banggakan di kancah internasional. Maka dari itu, kemasan dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor kunci. Mari gunakan platform digital untuk mengenalkan serta melestarikan warisan kita, agar jati diri bangsa tidak meluntur dan tetap abadi sepanjang zaman,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Alffy Rev menyoroti fenomena masyarakat modern yang serba cepat dan cenderung menginginkan hasil instan. Ia menilai perkembangan manusia seharusnya dipahami sebagai proses yang membutuhkan fondasi kuat.

“Kita hidup di dunia yang memuja kecepatan tapi lupa akan kedalaman. Saya terinspirasi dari pohon yang tidak tergesa untuk tumbuh, tetapi menguatkan akarnya terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, Bimbim Slank menilai fenomena musik global seperti K-Pop justru menjadi tantangan sekaligus pemicu bagi musisi Indonesia untuk terus berinovasi. Menurutnya, kekayaan budaya Nusantara menjadi sumber inspirasi besar yang belum sepenuhnya dieksplorasi.

“Justru K-Pop atau musik dunia membuat kita lebih berpacu, bersaing, dan terinspirasi. Budaya kita itu lengkap banget dan banyak yang bisa dieksplorasi,” ujarnya.

Bimbim juga menegaskan bahwa musik tidak hanya berbicara soal hiburan dan percintaan, tetapi juga dapat menjadi medium kritik sosial. Karena itu, grup band Slank konsisten membawa isu lingkungan hidup, ketimpangan sosial, hingga gerakan anak muda dalam karya-karyanya.

Di sisi lain, Once Mekel menjelaskan perannya sebagai musisi sekaligus anggota DPR RI menjadi ruang untuk memperjuangkan hak-hak pekerja seni, terutama terkait perlindungan hak cipta.

“Saya berusaha agar Undang-Undang Hak Cipta bisa menjadi jalan tengah baik untuk pencipta, penyanyi, dan berbagai pihak lain,” jelasnya.

Dialog kebangsaan itu menjadi pengingat bahwa seni, musik, dan budaya bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen penting untuk memperkuat identitas nasional serta membangun kesadaran generasi muda agar tetap mengenal akar budaya Indonesia di tengah perubahan zaman. (DK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini