Ketika Teknologi Bertemu Mimpi Sepak Bola, Lenovo Menjual Lebih dari Sekadar Perangkat

0
4
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Derap langkah pengunjung memenuhi lantai Plaza Tunjungan 3 Surabaya, Kamis (23/7/2026). Di antara lalu-lalang masyarakat yang menikmati pusat perbelanjaan, perhatian mereka perlahan tertuju pada sebuah sudut yang menghadirkan nuansa berbeda.

Warna-warna khas FIFA World Cup 2026 berpadu dengan deretan perangkat berteknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menghadirkan pesan bahwa teknologi kini tak lagi sekadar soal spesifikasi, melainkan juga tentang emosi, mimpi, dan kenangan.

Di sanalah Lenovo menggelar roadshow perangkat edisi khusus FIFA World Cup 26™ Edition, sebuah langkah yang menandai ambisi perusahaan memperkuat pijakan di pasar premium Indonesia sekaligus membawa semangat pesta sepak bola terbesar di dunia lebih dekat ke tangan para konsumennya.

Sebagai Official Technology Partner FIFA World Cup 26™, Lenovo memperkenalkan tiga perangkat eksklusif, yakni Legion Pro 7i FIFA World Cup 26™ Edition, Yoga Slim 7i Ultra FIFA World Cup 26™ Edition, dan Legion Tab Gen 5 FIFA World Cup 26™ Edition.

Ketiganya bukan hanya dibekali kemampuan AI generasi terbaru, tetapi juga hadir sebagai simbol kolaborasi antara inovasi teknologi dan gairah olahraga yang menyatukan jutaan orang di seluruh dunia.

Regional Sales Manager Lenovo Indonesia, Daud, mengatakan kolaborasi dengan FIFA merupakan bagian dari perjalanan panjang Lenovo membangun identitas sebagai perusahaan teknologi global yang terus berkembang melampaui bisnis komputer konvensional.

“Melalui roadshow ini kami ingin menunjukkan bahwa Lenovo hadir sebagai brand teknologi kelas dunia. Kolaborasi dengan FIFA World Cup menjadi bukti komitmen kami untuk terus tampil di panggung internasional melalui inovasi teknologi,” ujarnya.

Kemitraan tersebut melengkapi jejak Lenovo di berbagai ajang olahraga dunia, mulai Formula 1 hingga MotoGP. Namun, bagi Lenovo, sepak bola memiliki bahasa yang berbeda. Ia melintasi batas negara, usia, hingga budaya. Di sanalah perusahaan melihat peluang untuk menghadirkan teknologi yang terasa lebih dekat dengan kehidupan para penggunanya.

Menariknya, antusiasme pasar Indonesia justru melampaui prediksi perusahaan. Perangkat edisi khusus FIFA yang semula diperkirakan hanya akan menikmati euforia sesaat menjelang turnamen, ternyata terus diburu bahkan jauh sebelum peluit pertama Piala Dunia ditiup.

“Awalnya kami mengira produk edisi FIFA hanya memiliki momentum sesaat. Ternyata responsnya jauh di luar perkiraan. Banyak konsumen membeli karena ingin memiliki produk edisi terbatas yang eksklusif,” kata Daud.

Fenomena itu menjadi potret perubahan cara masyarakat memandang perangkat teknologi. Laptop dan tablet tak lagi hanya dipilih karena prosesor tercepat atau kapasitas memori terbesar. Di balik bodinya, tersimpan cerita, identitas, bahkan kebanggaan untuk memiliki sesuatu yang tidak dimiliki semua orang.

Sebagian pelanggan, kata Daud, bahkan membeli laptop edisi FIFA bukan untuk menemani aktivitas harian mereka. Perangkat tersebut justru disimpan rapi sebagai koleksi, layaknya memorabilia yang kelak memiliki nilai sejarah tersendiri.

“Bahkan ada pelanggan yang membeli laptop edisi FIFA hanya untuk disimpan sebagai koleksi. Mereka tidak berniat menggunakannya setiap hari karena menganggap produk ini memiliki nilai eksklusif yang tinggi,” ungkapnya.

Minat itu datang dari beragam kalangan. Legion Tab Gen 5 FIFA World Cup 26™ Edition banyak diminati konsumen dengan anggaran di bawah Rp10 juta, sementara Yoga Slim 7i Ultra dan Legion Pro 7i menjadi pilihan pengguna kelas menengah hingga premium yang menginginkan performa tinggi sekaligus sentuhan eksklusivitas.

Di balik balutan desain edisi terbatas, Lenovo juga membawa pesan yang lebih besar melalui kampanye Smarter AI for All. Perusahaan meyakini masa depan komputer akan semakin ditentukan oleh kemampuan kecerdasan buatan yang membantu produktivitas, kreativitas, hingga pengalaman bermain gim yang lebih cerdas dan personal.

Perubahan pola kerja hybrid, berkembangnya industri kreatif, dan meningkatnya kebutuhan komputasi berperforma tinggi menjadi alasan Lenovo terus memperluas portofolio AI PC di Indonesia.

Bagi Lenovo, kolaborasi dengan FIFA World Cup bukan sekadar strategi pemasaran yang mengejar momentum. Kemitraan itu adalah bagian dari perjalanan panjang membangun citra sebagai merek teknologi global yang mampu menghadirkan inovasi sekaligus menyentuh sisi emosional konsumennya.

Di tengah derasnya persaingan industri teknologi, Lenovo tampaknya ingin mengirimkan satu pesan sederhana: bahwa sebuah perangkat tak selalu berhenti sebagai mesin untuk bekerja. Ia bisa menjadi pengingat akan sebuah peristiwa besar, simbol kecintaan pada sepak bola, sekaligus saksi bagaimana teknologi perlahan menyatu dengan cerita-cerita yang hidup di hati manusia. (DK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini