Warga Raup Cuan Bisnis SPKLU di Surabaya, Sebulan Capai Rp 18 Juta

0
13
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Steven Widjaksono meraup cuan dengan menjalankan bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di area halaman depan rumah makan miliknya, Ayam Goreng Gringging Lombok, Citraland, Surabaya Barat.

Steven menceritakan, biaya untuk membeli satu mesin SPKLU berkisar Rp 400 juta. Biaya pengisian kendaraan listrik, hanya Rp 2.466 per kWh. Dalam sebulan, satu mesin SPKLU bisa mengisi daya 200-300 mobil listrik.

“Dengan dua mesin, jumlah pengisian daya mobil listrik bisa mencapai 500 mobil. Kalau pakai mobil BBM, bisa keluar uang jutaan. Dengan kendaraan listrik, pengisian daya sebelum cuma Rp 700 ribuan,” ujarnya kepada liputan6.com di Surabaya, ditulis Rabu (25/12/2024).

Dari setiap transaksi, lanjut Steven, laba yang dihasilkan cukup signifikan. Rata-rata, satu mobil bisa menghabiskan 30 kWh selama pengisian daya. Itu setara dengan Rp 72 ribu. Jadi, dari dua mesin SPKLU, Steven bisa meraup sekitar Rp 36 juta per bulan.

“Karena kerjasama dengan PLN sifatnya waralaba maka keuntungan dari bisnis SPKLU ini dibagi dua dengan PLN. saya mendapatkan sekitar Rp 18 juta per bulan,” ucapnya.

Meski demikian, ia tidak puas dengan hanya memiliki dua mesin SPKLU ini. Karena itu, ia berencana menambah tiga mesin SPKLU lagi.

“Kami sedang berproses bersama PLN untuk menyediakan tiga tambahan mesin SPKLU,” ucapnya.

Steven mengaku optimis, potensi bisnis SPKLU sangat cerah ke depannya. Terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya energi ramah lingkungan.

Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik, Steven yakin bisnis ini akan terus berkembang.

“Kendaraan berbahan bakar bensin akan berkurang seiring waktu. Bisnis ini juga bagian dari upaya untuk menyelamatkan bumi,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Ahmad Mustaqir mengatakan, SPKLU Gringging Citraland ini merupakan SPKLU waralaba pertama di Jawa Timur.

Di sini juga telah diresmikan SPKLU kendaraan roda dua pada momen Hari Listrik Nasional (HLN) pada 27 Oktober 2024 lalu. Lokasi SPKLU Gringging Citraland juga strategis, terutama bagi para pengguna kendaraan listrik.

“Tadi kami juga melakukan pengecekan SPKLU di sini (Gringging Citraland). Semoga adanya SPKLU ini semakin menghidupkan iklim kendaraan listrik di Jawa Timur,” ucapnya.

Menurutnya, animo pertumbuhan kendaraan listrik di Jawa Timur cukup tinggi. Itu ditunjukkan dengan transaksi kendaraan listrik yang terus meningkat.

Hingga November 2024, misalnya, jumlah pemakaian SPKLU mencapai 24.983 kali dengan total kWh sebanyak 555.395 kWh. “Adapun nominal {dari pemakaian SPKLU) mencapai 1,4 M di 136 lokasi SPKLU,” ucapnya.

Di Jawa Timur, kata Ahmad, saat ini terdapat 198 unit SPKLU di 125 lokasi yang berada di rest area maupun lokasi strategis lainnya.

Di sepanjang rest area jalan tol trans Jawa Timur, misalnya, terdapat 63 unit di 10 lokasi. SPKLU ini  tersebar di Ngawi hingga Probolinggo.

“Sementara di lokasi strategis non tol, terdapat 135 unit di 115 lokasi dan 1 unit SPKLU Mobile,” ujarnya.

Ahmad menegaskan, penyiapan infrastruktur kelistrikan ini akan terus digencarkan untuk terus ditambah pada tahun ini. Mulai dari ultra fast charging, fast charging, medium charging hingga standard charging.

“Kami juga menyiagakan personel siaga SPKLU sebanyak 691 personel untuk kenyamanan pemudik melakukan pengisian EV,” ucapnya.

Terpisah, salah satu pengguna kendaraan listrik, Sherly mengungkapkan pengalaman positifnya menggunakan kendaraan listrik dan pengisian di SPKLU Gringging Citraland.

Menurutnya, kendaraan listrik nyaman dan ekonomis. Selain itu, pengisian juga bisa dilakukan di SPKLU mana saja. “Kalau saya sering di SPKLU Gringging ini karena bisa sembari makan dan minum,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini