Cak Imin Sebut Siswa Sekolah Rakyat Kabur Itu Wajar, Proses Adaptasi 

0
4
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut, fenomena kasus siswa yang kabur dari Sekolah Rakyat (SR) itu merupakan hal yang wajar dan bagian dari proses adaptasi.

“Itu wajar, pasti ada error yang terjadi. Perubahan kultur kehidupan sehari-hari itu pasti ada. Itu proses biasa, ada yang enggak pernah tinggal di rumah, (sekarang) tinggal di asrama,” ujarnya usai meninjau langsung SR Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Kamis (14/8/2025).

Cak Imin mengungkapkan, pemerintah akan terus berupaya menangani masalah tersebut. Mengingat, para siswa yang diterima di sekolah itu tidak melalui proses seleksi yang ketat, melainkan hanya berdasar pada tingkat kesejahteraan ekonomi.

“Pokoknya semua yang bermasalah kita tangani. Semua yang bermasalah kita tangani, karena masuk di sini kan tanpa syarat. Syaratnya hanya satu, desil satu,” ucapnya.

Cak Imin berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ia meminta mereka bersyukur dengan cara meningkatkan ketakwaan dan belajar dengan serius.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan optimal, jangan sampai sia-sia. Gunakan lingkungan yang baik, gunakan pembelajaran yang sudah disiapkan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

“Ini yang bikin kurikulum bukan main-main, langsung Presiden, pasti yang membantu orang-orang hebat. Jadi jangan disia-siakan,” imbuh Cak Imin.

Selain itu, Cak Imin juga mendorong seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia untuk ikut serta dalam program Sekolah Rakyat.

Cak Imin juga Cak Imin mengapresiasi langkah Unesa yang telah mengalokasikan sebagian gedungnya untuk program tersebut. Menurutnya, lingkungan kampus merupakan tempat terbaik untuk mendidik anak-anak dari keluarga miskin.

“Ini prestasi bagus Universitas Negeri Surabaya yang merelakan sebagian gedungnya untuk sekolah rakyat. Menurut saya ini lingkungan terbaik,” ucapnya.

Ia berharap, langkah Unesa dapat menjadi contoh bagi PTN lain sebagai bagian dari pengabdian masyarakat. Cak Imin menegaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah, khususnya presiden, dalam memutus mata rantai kemiskinan.

“Saya berharap seluruh kampus-kampus negeri menyiapkan diri menjadi pelaksana sekolah rakyat sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, sebagai bagian integral dari upaya Pak Presiden memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya.

Cak Imin juga meminta para rektor dan pimpinan perguruan tinggi untuk mulai mempersiapkan diri. Saat ditanya mengenai fasilitas penunjang seperti laptop, ia menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan tersebut akan disiapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

“Tolong para rektor, para pimpinan perguruan tinggi, menyiapkan untuk sekolah rakyat. Kalau fasilitas penunjang itu semua disiapkan prosesnya oleh Kemensos,” ucap Cak Imin. (DK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini