Siswa SR Unesa Tidak Ada yang Kabur, Hanya Kurang Satu Guru Agama Kristen

0
4
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Kepala Sekolah Rakyat (SR) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prapti Wardani mengungkapkan, tidak ada siswa yang mengundurkan diri atau kabur hingga saat ini.

“Alhamdulillah, sementara tidak ada. Di sini (pengawasan) ketat, ada security dari Unesa dan SR juga ada security-nya. Jadi berlapis,” ujarnya usai mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) pada Kamis (14/8/2025).

Meski demikian, Prapti mengakui beberapa siswa sempat mengalami homesick atau kerinduan pada awal-awal beradaptasi di asrama. “Minggu pertama dan kedua itu mereka berat karena homesick, yang tadinya tidak pernah di asrama,” ucapnya.

Pihak sekolah pun mengambil langkah cepat dengan mendatangkan konselor dari puskesmas. “Pihak puskesmas datang ke asrama untuk memberikan konseling sebanyak tiga kali. Dan itu sudah tuntas,” ujar Prapti.

Prapti juga mengaku bahwa Sekolah Rakyat ini masih kekurangan satu guru agama Kristen. “Tenaga pendidik mulai dari guru hingga juru masak, Insya Allah lengkap. Cuma ada kekurangan guru agama Kristen, memang sulit,” ucapnya.

Prapti mengungkapkan, pihaknya telah melakukan permohonan penambahan guru telah diajukan langsung ke Kementerian Sosial (Mensos) melalui permohonan resmi. “Pengajuannya sudah kita ajukan langsung ke Mensos, menunggu proses saja,” ujarnya.

Prapti menerangkan, Sekolah Rakyat Unesa membutuhkan satu guru agama Kristen untuk mendampingi lima siswa non-Muslim dari total 100 siswa.

Prapti juga memaparkan kondisi siswa Sekolah Rakyat Unesa. Seluruh siswa dalam kondisi baik dan mengikuti kegiatan belajar di kelas maupun asrama dengan baik. “Semuanya baik-baik saja. Anak-anak belajar dengan baik di kelas dan di asrama,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu siswa, Gusranda Hugeng Saputra mengungkapkan kebahagiannya setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat Unesa. Sebulan tinggal di asrama, ia mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga.

“Sekarang lebih disiplin. Di sini juga senang bisa mendapatkan banyak teman baru. Saya betah tinggal di sini, cuma kangen sama keluarga di rumah,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berpesan kepada para siswa SR Unesa Surabaya agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ia meminta mereka bersyukur dengan cara meningkatkan ketakwaan dan belajar dengan serius.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan optimal, jangan sampai sia-sia. Gunakan lingkungan yang baik, gunakan pembelajaran yang sudah disiapkan dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.

“Ini yang bikin kurikulum bukan main-main, langsung Presiden, pasti yang membantu orang-orang hebat. Jadi jangan disia-siakan,” pungkas Cak Imin. (DK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini