Dinsos Jatim Pulangkan Delapan Ribu Orang Terlantar, Jabar Paling Banyak

0
6
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani mengungkapkan, pihaknya telah memulangkan 8.097 orang terlantar selama periode tahun 2019 – Mei 2025.

“Ada lima provinsi asal orang terlantar terbanyak yang menjadi tujuan pemulangan oleh Dinsos Jatim,” ujar Novi di Surabaya, Selasa (24/6/2025).

Novi mengatakan, lima provinsi tersebut yaitu Jawa Barat sebanyak 1.715 orang, Jawa Tengah 917 orang, Jawa Timur 612 orang, DKI Jakarta 518 orang, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 367 orang.

“Mereka sempat telantar di wilayah Jawa Timur dan kemudian berhasil dipulangkan,” ucapnya.

Novi menjelaskan, melihat dari data keseluruhan, pemulangan orang terlantar yang dilakukan Dinsos Jatim sejak 2019 menunjukkan tren yang fluktuatif.

“Tahun 2019 sebanyak 1.262 orang terlantar dipulangkan, lalu turun menjadi 1.036 orang terlantar pada 2022,” ujarnya.

Namun pada 2023 meningkat tajam menjadi 1.645 orang terlantar dan naik lagi pada 2024 menjadi 1.905 orang terlantar. “Sementara hingga akhir Mei 2025, sebanyak 725 orang terlantar telah berhasil dipulangkan,” ucap Novi.

“Faktor utama yang menyebabkan ketelantaran adalah alasan kehabisan bekal ketika di perjalanan hingga penipuan lowongan pekerjaan,” imbuh Novi.

Novi menyebut, untuk orang terlantar yang rentan atau membutuhkan pendampingan, Dinsos Jatim tetap mendampingi hingga ke dinsos daerah asal atau pemerintah desa setempat.

“Pemulangan ribuan orang terlantar ini didukung sistem informasi pelayanan publik yang inovatif, yakni Sistem Informasi Manajemen Pemulangan Orang Telantar yang Terintegrasi dan Teredukasi (Simlontar Rek),” ujarnya.

“Dengan sistem ini, proses identifikasi hingga pemulangan dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah, dan terkoordinasi,” tambah Novi.

Novi menyebut bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kepedulian kepada yang kehilangan arah dan harapan.

“Kami memandang para orang terlantar ini sebagai manusia yang perlu dipulihkan harkatnya. Bukan sekadar dipulangkan, tapi dirangkul dengan empati. Inilah wujud kehadiran negara kepada masyarakat,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini