Ketua RT: Saya Kira Gempa, Ternyata Bangunan Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Ambruk

0
7
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Sidoarjo – Ketua RT 07 RW 03 Desa Buduran, Munir mengaku pada saat ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, dirinya sedang berada di dalam rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Saya tiba-tiba mendengar suara gemuruh disertai goyangan seperti gempa tapi ternyata musala pondok pesantren yang ambruk,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Dia mengatakan pihak pondok kemarin malam sudah meminta izin untuk melakukan pengecoran. Dan pada saat musala ambruk, sejumlah santri sebagian masih berada di dalam.

“Kayanya ada belasan santri yang ada di dalam. Masih belum bisa dikeluarkan karena terhalang reruntuhan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengungkapkan, jumlah korban akibat ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, mencapai 79 orang. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia.

“Sejauh ini kami melakukan pendataan, dari data yang ada, kami temukan kurang lebih 79 korban. 79 orang itu dirawat di dua rumah sakit berbeda yaitu RS Siti Hajar ada 45 korban, kemudian RSUD Sidoarjo ada 34. Jadi secara keseluruhan 79 korban,” ujarnya, Senin (29/9).

Dari 45 korban yang dirawat di RS Siti Hajar, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Saat ini pihak rumah sakit sedang melakukan proses administrasi dan pemulangan jenazah kepada pihak keluarga.

“Untuk yang di RS Hajar, ada satu korban meninggal dunia dan sekarang dalam proses administrasi dan pemulangan,” ucap Kombes Jules.

Polda Jatim bersama tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI, dan relawan hingga malam masih melakukan evakuasi terhadap para santri yang diduga terjebak di dalam reruntuhan. Proses pencarian dilakukan ekstra hati-hati karena kondisi bangunan masih rawan runtuh. (DK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini