Strategi Tangga Emas Unair di Usia 70 Tahun

0
8
Foto: Sidang Dies Natalis ke 70 tahun di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Unair Kampus MERR C Surabaya.

Lsatu.net, Surabaya – Rektor Universitas Airlangga (Unair) Mohammad Nasih mengungkapkan beberapa poin penting dan strategis di usia yang ke 70 tahun.

“Tidak terasa, sudah sepuluh tahun saya memimpin sidang Dies Natalis seperti ini, dan ini merupakan sidang terakhir yang saya pimpin,” ujarnya saat memimpin sidang Dies Natalis ke 70 tahun di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Unair Kampus MERR C Surabaya, Senin (11/11/2024).

“Oleh karena itu, Saya hendak memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan capaian dan strategi Universitas Airlangga,” imbuh Prof Nasih.

Prof Nasih menyampaikan, Unair berdiri pada tanggal 10 November 1964, dan setelah 70 tahun berdiri, berhasil terbang tinggi dengan meraih peringkat 308 dunia.

“Atas capaian tersebut, Unair juga berhasil menjadi kampus yang meraih predikat Most Improved University se-Asia dalam perangkingan QS,” ucapnya.

Prof Nasih mengaku bersyukur bahwa capaian tersebut berkat karunia Allah SWT. Dia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pihak yang terlibat.

Prof Nasih menyebut, berdirinya Unair juga sebagai wujud dari cita-cita besar para pendiri negara. Unair memiliki peran strategis untuk mendorong pembangunan nasional dengan menciptakan generasi yang cerdas.

Hal ini, lanjut Prof Nasih, sesuai dengan cita-cita Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan turut berkontribusi dalam perdamaian dunia.

“Untuk mencapai kesejahteraan ini, pasti perlu proses perlahan. Kan tidak mungkin langsung lompat. Di sinilah saya ingin memperkenalkan tangga emas, yang dimulai dengan E yakni educated people,” ujarnya.

Dari skema tangga emas yang diperkenalkan oleh Prof Nasih, educated people menjadi anak tangga pertama. Educated people ini tidak hanya berarti lama sekolah.

Tetapi juga kualitas belajar yang di dalamnya termasuk pula PISA score, Human Development Index (HDI), jumlah mahasiswa S2 dan S3, dan Kapasitas Inovasi.

Prof Nasih menegaskan, educated people yang baik berarti capaian mahasiswanya memiliki logika dan daya kritis yang baik, sehingga dapat berkontribusi besar dalam pembangunan nasional.

Kemudian, Prof Nasih juga menjelaskan bahwa seluruh prosesnya harus berkelanjutan, setelah komponen E yakni educated people, maka perlu memenuhi poin M, A, dan S.

Lebih lanjut, dalam meraih kesejahteraan sosial, dalam sudut pandang ekonomi Indonesia perlu meramu tiga komponen sumber daya, atau dikenal sebagai Trisula Sumber Daya.

“Tiga komponen ini adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya finansial secara proporsional,” ujarnya Prof Nasih.

Dalam perkembangannya, kata Prof Nasih, sumber daya manusia determinan utama dan kemajuan keadilan dan kesejahteraan. Jika sumber daya manusianya lemah, maka kemajuan pembangunan nasional akan dikendalikan oleh pemilik modal.

“Oleh karena itu, sebagai wujud menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas, misi dari Unair adalah turut serta menciptakan kemajuan bangsa, dengan melahirkan sarjana -sarjana yang logis, kritis, dan inovatif,” ucapnya.

“Unair juga bertekad untuk turut menciptakan banyak master yang menghasilkan karya dan paten baru, serta doktor dan peneliti hebat,” pungkas Prof Nasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini