Wamen Aminuddin Tekankan BUMN Jadikan Pelaku UMKM Mitra Strategis

0
15
Foto: (istimewa)

Lsatu.net, Surabaya – Wakil Menteri (Wamen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aminuddin Ma’ruf menekankan BUMN tak lagi boleh hanya menjadi pembeli besar dari perusahaan besar, melainkan harus menjadikan UMKM sebagai mitra strategis dalam pengadaan barang dan jasa.

“Anggaran belanja BUMN mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun. Tapi baru sekitar Rp 60 triliun yang menyentuh UMKM. Ini terlalu kecil. Kita ingin ubah pola pikir: belanja BUMN harus jadi alat pemerataan ekonomi,” ujarnya pada acara Pasar Digital UMKM Indonesia (PaDi UMKM), Hybrid Expo & Conference di Surabaya, ditulis Sabtu (2/8/2025)

Pernyataan ini mencerminkan pergeseran kebijakan yang menjadikan ekosistem digital UMKM sebagai jalur utama dalam rantai pasok nasional, tidak hanya sebagai pelengkap perekonomian rakyat.

Menurutnya, digitalisasi UMKM tak lagi opsional, melainkan kebutuhan untuk bertahan dan tumbuh di tengah lesunya sektor formal.

Wamen Aminuddin juga menyoroti tren penurunan penyerapan tenaga kerja formal dalam lima tahun terakhir, dengan 6.000 hingga 6.500 pekerja kehilangan akses kerja.

“Pemerintah menilai UMKM mampu menyerap ketenagakerjaan informal lebih cepat dan fleksibel, khususnya di era pasca pandemi,” ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Loto Srinaita Ginting, Staf Ahli Kementerian BUMN, menyebut acara ini sebagai langkah konkret menjawab masalah keterbatasan akses pasar bagi UMKM.

“Banyak UMKM punya produk bagus, tapi tidak punya akses ke mall. Melalui expo ini, kami pertemukan mereka dengan pembeli, BUMN, hingga investor. Surabaya jadi titik penting karena ekosistem UMKM di Jawa Timur berkembang pesat,” ujarnya.

Selain pameran, acara juga menghadirkan forum edukasi digitalisasi usaha, sesi business matching, dan penguatan jaringan kemitraan antara UMKM dengan BUMN serta pihak swasta.

Pemerintah pun telah menjadwalkan program lanjutan, seperti “Jelajah Kuliner UMKM” yang akan digelar di Medan pada September mendatang.

Gelaran PaDi UMKM kali ini tak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi simbol perubahan arah pembangunan ekonomi nasional: dari terpusat ke tersebar, dari konvensional ke digital, dari elite ke rakyat.

Diketahui, pameran yang resmi dibuka pada Jumat 1 Agustus kemarin di Pakuwon Mall Surabaya tersebut akan berlangsung hingga 3 Agustus 2025, yang diikuti lebih dari 500 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia. (AN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini