Lsatu.net, Brussels – Berdasarkan data Global Health Report 2024, hampir 55% penduduk Eropa mengalami stres, kecemasan, dan depresi. Satu dari empat orang dewasa dan 43% kaum muda melaporkan penurunan kesejahteraan mental yang signifikan di Brussels.
Di tengah kondisi ini, Bunda Arsaningsih, guru meditasi dan pakar energi, hadir dengan solusi melalui Tata Hati Tour Eropa. Acara meditasi yang diselenggarakan di Aula Rajawali, KBRI Brussels, mengumpulkan hampir 1000 peserta secara daring dan luring.
“Meditasi sebagai solusi Tata Hati Tour Eropa mengusung pendekatan spiritual dan meditasi SOUL (Spirit of Universal Life) yang membantu peserta membersihkan energi negatif dan mencapai kedamaian batin,” ujar Bunda dalam keterangan tertulis yang diterima Lsatu.net di Surabaya, Jumat (9/4/2025).
Dalam sesi meditasi ini, Bunda Arsaningsih mengajarkan teknik SOUL Reflection yang membantu menata hati, mengurangi stres, dan memperbaiki pola pikir untuk kehidupan yang lebih harmonis.
“Memaafkan yang sebenarnya adalah ketika kita mengingat kejadian tersebut, tetapi sudah tidak merasakan sakitnya lagi. Barang siapa mengenal diri, maka akan mengenal Tuhan,” ucap Bunda.
“Tuhan akan menuntun ketika kita berserah, dan Tuhan akan menolong orang yang menolong dirinya sendiri,” imbuh Bunda.
Setelah suksesnya acara di Brussels, Tata Hati Tour Eropa akan melanjutkan ke Breda, Belanda pada 13 April 2025.
“Harapannya, kegiatan ini dapat terus menyebarkan kedamaian dan menata kembali hati masyarakat Eropa yang sedang dilanda krisis kesehatan mental,” ucap Bunda.
Acara ini mendapat sambutan hangat dari Duta Besar RI Brussels, Andri Hadi. Dia mengaku sangat bangga dapat bekerjasama dengan Yayasan Cahaya Cinta Kasih dan Bunda Arsaningsih untuk menyelenggarakan acara ini, yang merayakan keberagaman dalam cinta kasih dan kedamaian.
“Ini adalah inti sari jati diri bangsa Indonesia, yang mengajak kita untuk mengenal diri dan merayakan perbedaan,” ujarnya.
Sambutan juga datang dari DCM KBRI Brussels, Muhammad Takdir yang menyebut bahwa acara ini luar biasa penting untuk masyarakat Eropa sadar Kesehatan mental sangat penting. Hati yang rusak akan memengaruhi segalanya.
“Setelah memperbaiki hati, kita dapat memperbaiki tubuh dan kehidupan, seperti landasan SOUL keseimbangan body, mind and SOUL,” ucapnya.
Diketahui, berdasarkan data WHO menyebutkan bahwa gangguan mental dan perilaku akan menjadi penyebab utama beban penyakit global pada 2030, melebihi penyakit fisik lainnya.



